Jumat, 15 Mei 2026

Berita Sabang

Cuaca Ekstrem Ombak Tinggi dan Angin Kencang, Kapal Cepat Batal Berlayar

Saat ini tinggi gelombang laut mencapai sekitar 2,5 meter dan disertai angin kencang, sehingga dinilai berbahaya untuk pelayaran kapal cepat.

Tayang:
Editor: mufti
For Serambinews.com
CUACA BURUK - Kapal cepat terlihat bersandar di Pelabuhan Balohan, Sabang, Minggu (20/7/2025), saat cuaca mendung dan laut mulai berombak. Dua jadwal pelayaran kapal cepat Express Bahari dan Express Cantika rute Sabang–Banda Aceh dibatalkan hari ini akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang mencapai 2,5 meter. 

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Jadwal pelayaran kapal cepat Express Bahari dan Express Cantika untuk rute Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya, Minggu (20/7/2025), dibatalkan karena cuaca buruk dan kondisi laut yang tidak bersahabat.

Jadwal pelayaran yang dibatalkan yakni rute Sabang-Banda Aceh pukul 14.30 WIB dan 16.30 WIB, serta rute Banda Aceh-Sabang pukul 10.00 WIB dan 16.30 WIB.

Pembatalan itu diakui Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur Sabang, Rudi, saat dikonfirmasi Serambi, kemarin. “Karena cuaca kurang bersahabat, hasil koordinasi dengan pihak terkait dan pengamatan langsung oleh kapten kapal di lapangan, kami putuskan untuk tidak beroperasi hari ini demi keselamatan penumpang,” ujar Rudi, Minggu (20/7/2025).

Ia menjelaskan, saat ini tinggi gelombang laut mencapai sekitar 2,5 meter dan disertai angin kencang, sehingga dinilai berbahaya untuk pelayaran kapal cepat.

Bagi penumpang yang sudah membeli tiket secara online, pihaknya mempersilakan untuk melakukan pengembalian dana (refund) langsung di loket resmi dengan membawa bukti pembelian tiket. “Cuaca ekstrem, ombak tinggi dan angin kencang. Demi keselamatan penumpang, dua jadwal pelayaran hari ini kami hentikan,” tambahnya.

Informasi pembatalan juga sudah diumumkan melalui loket resmi di Pelabuhan Balohan Sabang dan Ulee Lheue Banda Aceh.

Berbeda dengan kapal cepat, kapal Roro milik PT ASDP Indonesia Ferry tetap beroperasi secara normal. Hal ini disampaikan oleh General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Reno Yulianto. “Kapal Roro tetap berlayar karena kondisi laut saat ini masih dalam kategori aman untuk kapal berukuran besar,” katanya.

Menurut Reno, kecepatan angin saat ini berkisar 30 knot dan tinggi gelombang laut sekitar 2 meter, yang masih memungkinkan untuk pelayaran kapal Roro. “Kapal Roro baru tidak berlayar jika ombak laut di atas 3 meter dan kecepatan angin lebih dari 40 knot. Sedangkan kapal cepat mulai tidak aman jika gelombang mencapai 2 meter,” ungkapnya.

Reno menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara visual di lapangan, berkoordinasi dengan BMKG, dan memantau kecepatan angin melalui aplikasi Windy.com, yang mampu mendeteksi kecepatan dan arah angin, potensi hujan, hingga tinggi gelombang laut secara real-time.

“Biasanya yang paling berbahaya itu saat angin kencang datang tanpa disertai hujan, terutama ketika langit gelap tertutup awan hitam. Kalau hujan dan angin bersamaan justru cenderung berubah-ubah” pungkasnya.(ap)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved