Berita Aceh Singkil
Aceh Singkil Endemik DBD, Ini yang Harus Dilakukan Warga
Mulailah dengan menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, dan pakaian pelindung.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Mulailah dengan menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, dan pakaian pelindung.
Penulis: Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kabupaten Aceh Singkil, merupakan daerah endemik demam berdarah dengue (DBD).
Endemik lantaran penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut terus-menerus ada di wilayah itu.
"DBD di Aceh Singkil sudah endemik," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhammad Raja Maringin, Jumat (25/7/2025).
Menurut Raja Maringin, faktor yang mempengaruhi endemik adalah iklim, lingkungan, mobilitas penduduk dan kepatuhan.
Lantas seperti apa langkah yang harus dilakukan warga Aceh Singkil?
Mulailah dengan menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, dan pakaian pelindung.
Langkah paling penting menjaga kebersihan lingkungan serta menggalakan gerakan 3M, yaitu menguras dan membersihkan tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember dan vas bunga.
M berikutnya menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti tempat penampungan air minum, drum, dan lain-lain agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Langkah M ketiga mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol bekas, ban bekas, dan lain-lain.
Pihak Dinas Kesehatan Aceh Singkil, sendiri telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan DBD.
Antara lain melakukan fogging di tempat tinggal serta lingkungan sekitar pasien.
Fogging merupakan tindakan pengasapan dengan menggunakan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama yang menjadi vektor penyakit seperti DBD.
Vektor penyakit yaitu organisme hidup, biasanya serangga atau hewan, yang dapat menularkan patogen penyebab penyakit dari satu inang (manusia atau hewan) yang terinfeksi ke inang lain yang rentan.
"Fogging dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, SKM, MMKes, Kamis (24/7/2025).
Berikutnya menurut Mursal, pihaknya telah instruksikan Puskesmas agar imbau warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Langkah lain yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Singkil, melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke rumah pasien dan lingkungan sekitar pasien.
Kemudian melakukan survei jentik nyamuk. Setelah jentik nyamuk ditemukan, maka melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
"Saat PE petugas melakukan promosi kepada masyarakat dan menjelaskan kepada keluarga pasien agar bisa melakukan pemantauan jentik di setiap tempat penampungan air seperti tong penyimpanan air, bak mandi dan lain-lain," jelas Mursal.
Promosi yang dimaksud Mursal adalah promosi kesehatan, yakni proses yang dirancang untuk memberdayakan individu dan masyarakat agar dapat meningkatkan dan mempertahankan kesehatan.
Diketahui dalam kurun waktu empat hari, terhitung mulai 21 sampai 24 Juli 2025 terjadi tujuh kasus demam berdarah DBD di kabupaten itu.
Penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus itu, tersebar di tiga kecamatan.
Rinciannya di Desa Gosong Telaga Utara, Kecamatan Singkil Utara, satu kasus.
Di Kecamatan Simpang Kanan, empat kasus, yaitu di Desa Pandan Sari dua kasus.
Lalu di Desa Lipat Kajang Atas dan Desa Kuta Kerangan masing-masing satu kasus.
Dua kasus lagi di Desa Bukit Harapan dan Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah.
Pasien DBD lima orang usianya di bawah 15 tahun dan dua orang usia antara 28 sampai 48 tahun.
Berdasarkan jenis kelamin warga yang terserang DBD lima orang laki-laki dan dua orang perempuan.
Sementara itu jika dihitung sepanjang Januari sampai 24 Juli 2025, berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Singkil, jumlah kasus DBD mencapai 69 kasus.
Mayoritas sudah sembuh, kecuali temuan tujuh kasus terbaru, pasien sedang dalam proses penyembuhan.
Pada awal tahun, kasus DBD mulai ditemukan 20 Januari 2025 di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah.
Sebaran 69 kasus DBD selama periode Januari sampai 24 Juli 2025 yaitu di Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, Simpang Kanan, Kuala Baru dan Kecamatan Pulau Banyak Barat.
Sementara itu demam berdarah dengue yang disingkat DBD, merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus.
Gejala umum DBD meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, serta perdarahan.
Penderita DBD harus segara ditangani dengan tepat. Jika tidak DBD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti syok, perdarahan hebat, bahkan berujung kematian.
Pengobatan DBD biasanya bersifat suportif (memberikan dukungan dan semangat), istirahat, konsumsi cairan yang cukup, dan penggunaan obat untuk mengurangi demam serta nyeri.(*)
Baca juga: Ini Sebaran Kasus DBD di Aceh Singkil Periode Januari-Juli, Gunung Meriah & Simpang Kanan Dominan
| Ini Jadwal Kapal ASDP Singkil, Dilayari 3 KMP, Cek Rute yang Dilayani |
|
|---|
| Calon Jemaah Haji Aceh Singkil Berangkat 15 Mei |
|
|---|
| Cabang Dinas Pendidikan Aceh Singkil Gelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional |
|
|---|
| Mahasiswa Soroti Alih Fungsi Hutan Mangrove di Aceh Singkil |
|
|---|
| Cegah Karhutla, Ini Langkah Polres Aceh Singkil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fogging-di-A-singkil-2507.jpg)