Senin, 20 April 2026

Viral Medsos

Satria Arta Kumbara: Antara Nafkah di Rusia dan Hati untuk Indonesia

Satria menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
IST/SERAMBINEWS.COM
ALUMNI SMK AMBARAWA - Satria Arta Kumbara, mantan marinir TNI AL yang kini bergabung dengan militer Rusia ternyata merupakan alumni SMK Dr Tjipto Ambarawa, lulus tahun 2004/2005 dari jurusan Otomotif (dahulu Teknik Mesin). 

SERAMBINEWS.COM - Dengan suara tenang namun penuh permohonan, seorang pria menyampaikan pesan panjang lewat sebuah video. Ia menyapa Presiden, Wakil Presiden, Menteri Luar Negeri, hingga memohon doa restu kepada sang ibu.

Namanya Satria Arta Kumbara, mantan prajurit TNI AL yang kini terseret polemik kewarganegaraan, setelah mengaku menandatangani kontrak militer dengan Rusia.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok miliknya, @@zstorm689 dikutip Serambinews.com, Sabtu (26/7/2025), Satria Arta Kumbara menyampaikan penyesalan, harapan dan kerinduan untuk kembali pulang sebagai Warga Negara Indonesia.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto…”

Kalimat itu membuka pengakuan Satria Arta Kumbara, pria yang sebelumnya bertugas di TNI Angkatan Laut.

Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, ia menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Jadi Serdadu Rusia, Satria Kumbara Ingin Kembali Jadi WNI, Ini Prosedur Hukum yang Harus Ditempuh

Namun, ia juga mengaku bahwa langkah itu diambil tanpa memahami konsekuensi hukumnya.

“Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila karena ketidaktahuan saya, saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia sehingga mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ujar Satria.

Ia menekankan bahwa niatnya bukan untuk membelot atau mengkhianati bangsa.

Alasannya sederhana, demi mencari nafkah.

“Saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali karena saya niatkan untuk datang ke sini hanya untuk mencari nafkah,” katanya lirih.

Dalam pengakuannya, Satria menyebut bahwa kepergiannya pun telah ia sampaikan kepada ibunya.

Baca juga: Satria Kumbara: Si Anak Pendiam Jadi Pengkhianat Negara, Kepala Sekolah Ungkap Perilakunya

Ia bahkan melakukan tradisi membasuh kaki sang ibu sebagai bentuk pamit dan permohonan restu.

Namun kini, ketika menyadari bahwa tindakan tersebut membuatnya kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia, Satria ingin kembali.

Dalam video itu, ia menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto bersedia membantu mengakhiri kontraknya dengan Rusia dan mengembalikan hak kewarganegaraannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved