Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Disdukcapil Banda Aceh Ingatkan Warga Waspada Penipuan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital

Pelaku mengaku sebagai petugas Disdukcapil dan meminta korban untuk menyerahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data pribadi lainnya

Editor: mufti
IST
EMILA SOVAYANA, Kepala Disdukcapil Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). 

Dalam melakukan aksinya, pelaku yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil menghubungi korban melalui telepon seluler atau aplikasi WhatsApp, kemudian mengirimkan tautan palsu yang menyerupai laman resmi aktivasi IKD.

Pelaku mengaku sebagai petugas Disdukcapil dan meminta korban untuk menyerahkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta data pribadi lainnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelaku juga meminta sejumlah uang untuk proses aktivasi IKD.

"Aktivasi IKD hanya bisa dilakukan langsung di hadapan petugas resmi Disdukcapil dan tidak dipungut biaya apa pun. Jangan pernah memberikan data pribadi atau NIK kepada pihak yang tidak dikenal," tegas Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana, Senin (28/7/2025).

Ia menambahkan, proses aktivasi IKD hanya dilakukan pada hari kerja dan melalui aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Jika ada pihak yang menghubungi Anda melalui WhatsApp atau telepon seluler dan mengaku sebagai petugas Disdukcapil, segera laporkan ke kami," ujarnya.

Laporan dapat disampaikan ke kontak pengaduan Disdukcapil Kota Banda Aceh di nomor 08116815919 atau melalui akun Instagram resmi @disdukcapil_bna. "Apabila masyarakat mengalami kerugian finansial atau bentuk kerugian lainnya akibat modus ini, segera melaporkan kepada pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

Emila menegaskan bahwa Disdukcapil Kota Banda Aceh terus berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan bebas dari pungutan liar. "Waspadai penipuan dan jangan ragu untuk menghubungi petugas resmi untuk informasi yang benar dan valid," tutup dia.(mas)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved