Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Tengah

Tergiur Investasi Ganda Uang, Pria Aceh Tengah Tertipu Rp 553 Juta

Seorang pria paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, harus menanggung kerugian besar setelah terjerat penipuan investasi online

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
Tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi seorang pria lakukan penipuan 

Saya awalnya hanya iseng transfer Rp 100 ribu, dikembalikan Rp 130 ribu. Lalu Rp 350 ribu, kembali Rp 750 ribu. Tapi ujung-ujungnya saya setor hingga ratusan juta karena terus diminta top up demi pencairan dana yang katanya makin besar.

Br, Korban Penipuan Investasi Online

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Seorang pria paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah berinisial Br (48), harus menanggung kerugian besar setelah terjerat penipuan investasi online berkedok aplikasi "klub romantis".  

Dalam waktu hanya empat hari, ia kehilangan total dana sebesar Rp 553 juta. Kisah ini bermula ketika pada 10 Juni 2025 lalu, Bohari melihat sebuah iklan di media sosial Instagram yang menawarkan keuntungan instan melalui investasi.  

Tautan dalam iklan itu membawanya ke akun Telegram, tempat ia mulai berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku sebagai admin yang dapat mengandakan keuntungan hingga 30 persen.

Bohari yang bekerja di sebuah perusahaan penyadapan getah pinus dan memiliki penghasilan tetap, awalnya tergoda oleh janji pengembalian dana 30 persen dalam waktu singkat. Awalnya ia mencoba peruntungan dengan mengirimkan dana dalam jumlah kecil.

"Saya awalnya hanya iseng transfer Rp 100 ribu, dikembalikan Rp 130 ribu. Lalu Rp 350 ribu, kembali Rp 750 ribu," ujarnya saat ditemui Tribun Gayo, jaringan Serambi Indonesia Grup, Senin (28/7/2025).

"Tapi ujung-ujungnya saya setor hingga ratusan juta karena terus diminta top up demi pencairan dana yang katanya makin besar," tambahnya.

Setelah beberapa transaksi awal yang menguntungkan, kepercayaannya pun tumbuh. Dalam empat hari, ia mentransfer total Rp 553 juta ke sejumlah rekening berbeda, termasuk di bank BSI, BRI, SeaBank, dan BNI. 

Belakangan diketahui, sebagian besar dana itu berasal dari pinjaman, baik dari teman-teman maupun pihak bank.

"Sekitar Rp 300 juta dari pinjaman pribadi, sisanya uang sendiri dan modal usaha keluarga," kata Br.

Tak hanya mengandalkan janji keuntungan besar, modus pelaku juga menyelipkan rayuan melalui aplikasi Telegram. 

Pelaku mengirimkan foto-foto perempuan muda dan cantik yang diklaim berada di hotel-hotel di wilayah Aceh Tengah guna menarik perhatian korban.

"Rayuannya halus. Mereka bilang, jangan berkata kasar, tetap bersikap lembut. Saya bukan tergiur wanitanya, tapi karena dijanjikan bisa gandakan uang. Saya tidak terpikir ke wanitanya," ujarnya.

Bahkan, demi pencairan dana dalam aplikasi yang diklaim telah mencapai Rp 586 juta, korban Br diminta membayar "pajak" sebesar Rp 179 juta. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved