Seni Budaya

Teater MATA akan Pentaskan "JEEEH!?", Karya Almarhum Maskirbi yang Ditulis pada 1996 

Naskah “JEEEH!?” ditulis oleh Maskirbi pada tahun 1996 dan dianggap masih sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
PENTAS TEATER - Para aktor dari Teater Mata saat berlatih persiapan pertunjukan teater di Gedung Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Rabu (30/7/2025). 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Teater MATA Banda Aceh akan mempersembahkan pertunjukan teater bertajuk “JEEEH!? (Jalan Pintas)”, sebuah naskah klasik karya almarhum Maskirbi yang akan dipentaskan di Gedung Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh pada Jumat, 9 Agustus 2025 pukul 20.30 WIB mendatang.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Zulfikar Kirbi dan diproduksi oleh Ichwanul Fitri Nst, dengan melibatkan sejumlah seniman dan pekerja teater dari Aceh. 

Naskah “JEEEH!?” ditulis oleh Maskirbi pada tahun 1996 dan dianggap masih sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

“Pementasan ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus penunaian janji kepada almarhum Maskirbi. Naskah ini tetap kontekstual dan menggambarkan keresahan terhadap berbagai realitas sosial yang terjadi di sekitar kita,” ujar Zulfikar Kirbi, sutradara yang juga dikenal sebagai penyair ini dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).

Sementara Pimpinan Produksi, Ichwanul Fitri Nst menyampaikan, pertunjukan ini merupakan hasil kerja kolektif tim Teater MATA Banda Aceh. 

Baca juga: Balai Bahasa Gelar Festival Teater Berbahasa Aceh, Tim dari SMAN 1 Darul Imarah Terbaik I

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi pengembangan seni pertunjukan di Aceh,” ujarnya.

Pementasan “JEEEH!?” melibatkan aktor-aktor lokal seperti Riza Sachfan, Cut Marlita, Sayed Iqbal Tawaqal, Faisal Amir, Mahfud Ridha, dan Raja Seulaweut. 

Tim artistik dan produksi juga mencakup nama-nama seperti Zalsufran (Supervisor), Dede Sachfan (Asisten Sutradara), Denny Syukur (Penata Musik), Nasruddin Chek Nas dan Iswadi Basri (Penata Artistik), serta sejumlah pekerja seni lainnya.

Pertunjukan ini difasilitasi oleh UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh sebagai bagian dari agenda regular pentas seni di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal melalui Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Azhadi Akbar mengatakan, Pemerintah Aceh senantiasa mendukung pertumbuhan seni pertunjukan melalui fasilitasi ruang dan platform kreatif bagi para seniman.

Dikatakan, pementasan JEEEH! karya almarhum Maskirbi merupakan bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap ekosistem seni yang tumbuh di tengah masyarakat. 

Teater adalah media ekspresi yang elegan dan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai bagian dari industri kreatif. 

“Kami berharap masyarakat semakin tertarik dan terlibat dengan karya-karya seni seperti ini, sehingga ekosistemnya dapat tumbuh secara mandiri,” ujar Azhadi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Taman Seni dan Budaya terus berkomitmen menyediakan ruang kreatif bagi pelaku seni sebagai bagian dari tupoksi lembaga, sekaligus mendorong tempat ini menjadi rumah belajar dan laboratorium seni budaya yang terbuka bagi semua kalangan.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved