Video
VIDEO - Rudal Oreshnik Rusia Dekati Polandia, NATO Panik!
Ketegangan antara Rusia dan AS kian memanas. Pemicunya adalah rudal hipersonik Oreshnik Rusia yang kini sudah siap ditempatkan di Belarus.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat kian memanas. Pemicunya adalah rudal hipersonik terbaru Rusia, Oreshnik, yang kini sudah siap ditempatkan di Belarus. Pengumuman ini datang dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat (1/8/2025), dan langsung disambut dengan respons keras dari Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir mendekati wilayah Rusia.
Putin mengumumkan bahwa tahap pertama produksi massal rudal Oreshnik telah rampung. Rudal canggih ini, yang diyakini berkemampuan nuklir, rencananya akan ditempatkan di Belarus pada akhir 2025. Penempatan ini sangat strategis karena Belarus berbatasan langsung dengan Polandia, salah satu anggota NATO.
Keputusan Putin ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Rusia telah menguji coba rudal Oreshnik pada November 2024. Saat itu, rudal ini sukses menghancurkan pabrik senjata di Ukraina, menunjukkan efektivitasnya yang luar biasa. Atas keberhasilan itu, Putin memerintahkan produksi massal. Meskipun Putin menyatakan rudal ini memiliki versi konvensional, ia mengklaim daya ledaknya bisa setara dengan ledakan nuklir berkekuatan rendah.
Baca juga: VIDEO - AS Rugi Besar! Sudah 2 Jet Canggih F-35 Jatuh Tanpa Sebab
Pengumuman ini terjadi di tengah perseteruan sengit antara Donald Trump dan mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, di media sosial. Medvedev menuduh Trump sengaja memicu permusuhan dengan berbagai ancaman dan ultimatum. Salah satunya adalah tuntutan agar Rusia menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina dalam waktu 10 hingga 12 hari, atau menghadapi sanksi berat.
Trump tak tinggal diam. Ia membalas sindiran Medvedev, menyebutnya sebagai "mantan presiden yang gagal." Perang kata-kata ini memuncak ketika Trump memerintahkan dua kapal selam nuklir AS untuk bergerak menuju wilayah yang tepat sebagai respons atas pernyataan Medvedev.
Kini, dengan hadirnya rudal Oreshnik di perbatasan NATO dan pengerahan kapal selam nuklir AS, kekhawatiran akan eskalasi konflik semakin meningkat. Dunia menantikan langkah selanjutnya dari dua kekuatan besar ini.