Kamis, 30 April 2026

Video

VIDEO Titik Lemah Amerika Terlihat China Usai Perang dengan Iran

Meski kedua pihak sama-sama mengklaim menang, ahli militer China menilai Pentagon memiliki titik lemah serius.

Tayang:
Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Perang lebih dari sebulan antara Iran dan Amerika Serikat tak hanya menewaskan ribuan orang, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap kekuatan militer Washington. 

Meski kedua pihak sama-sama mengklaim menang, ahli militer China menilai Pentagon memiliki titik lemah serius.

Dikutip South China Morning Post, Amerika diperkirakan telah menggunakan sekitar setengah stok rudal pertahanan udara Patriot dan sistem THAAD. 

Persediaan rudal pencegat SM-3 dan SM-6 juga disebut menurun drastis.

Selain itu, militer AS dilaporkan menghabiskan puluhan Rudal Serangan Presisi atau PrSM, senjata canggih untuk peluncur roket Himars. 

Baca juga: VIDEO - Trump Klaim Ukraina Kalah Perang, Ungkap Misi dengan Putin soal Nuklir Iran

Lebih dari seperempat stok rudal jelajah Tomahawk juga disebut telah ditembakkan.

Lembaga kajian CSIS memperingatkan penipisan amunisi ini bisa membatasi kemampuan AS jika konflik baru pecah dalam waktu dekat, terutama menghadapi lawan setara seperti China.

Pengamat militer Wei Dongxu menilai kondisi ini dipicu lemahnya persiapan Washington serta kapasitas industri pertahanan yang tak mampu mengejar kebutuhan perang.

Sementara peneliti Liu Yi menyebut AS terlalu yakin perang akan berlangsung singkat, sehingga stok amunisi defensif justru tertinggal jauh.

 

Artikel ini telah tayang di

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved