Takut Dirudal China, Amerika Serikat Hidupkan Lapangan Terbang Era Perang Dunia II
Di Pulau Tinian, tak jauh dari Guam, Angkatan Udara AS membersihkan vegetasi dan membuka akses jalan di Lapangan Terbang North Field.
Di Pangkalan Udara Andersen, fasilitas baru juga disiapkan untuk menampung unit-unit penerbangan Korps Marinir.
Seluruh proyek ini menjadi bagian dari strategi militer AS untuk menyebarkan kekuatannya di wilayah Indo-Pasifik.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi serangan rudal ke pangkalan-pangkalan yang sudah ada jika terjadi konflik yang melibatkan China, baik terkait Taiwan maupun Laut China Selatan.
Untuk menjaga kelancaran operasi di seluruh kawasan, Angkatan Udara AS juga merenovasi lapangan udara peninggalan Perang Dunia II yang tersebar dari Mikronesia hingga Filipina.
Pemerintah AS juga membangun sistem pertahanan udara dan rudal terpadu di Guam.
AS menggambarkan pertahanan tersebut sebagai sistem pertahanan udara 360 derajat yang komprehensif, persisten, dan terpadu.
Baca juga: VIDEO Kodim Abdya dan Bulog Gelar Pasar Pangan Murah di Kuala Batee, 4 Ton Beras Habis
Baca juga: Hasil Kejuaraan Dunia Voli U21 2025: Indonesia Gagal Lolos 16 Besar, Nyaris Kejutkan Argentina
| Pengakuan Trump Usai Penembakan: "Andai Tahu Jabatan Presiden Berbahaya, Saya Tidak Calonkan Diri" |
|
|---|
| Detik-Detik Presiden Trump Nyaris Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Serbu Ruang Dansa di Gedung Putih |
|
|---|
| VIDEO - Sosok Pelaku Penembakan di Jamuan Gedung Putih Terungkap, Trump dan Istri Selamat |
|
|---|
| Negosiasi Mandek, AS Batal Kirim Utusan ke Pakistan, Iran Aktifkan Sistem Pertahanan Udara |
|
|---|
| Suara Tembakan Warnai Jamuan Makan Malam Gedung Putih, Trump dan Istrinya Berhasil Diselamatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-Pembawa-Satelit.jpg)