Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

ALHAMDULILLAH, Bulog Aceh Pastikan Stok Beras Aman hingga Awal 2026

Tidak perlu khawatir ketersediaan beras. Karena stok setelah pengiriman ke Sumatera Utara masih sangat cukup untuk kebutuhan di Aceh. Ihsan

Editor: mufti
IST
IHSAN, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh 

Kami sampaikan kepada masyarakat Aceh, tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Karena stok setelah pengiriman ke Sumatera Utara masih sangat cukup untuk kebutuhan di Aceh. Ihsan, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan bahwa persediaan beras di gudang mereka saat ini mencapai 109 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh hingga lima bulan ke depan, atau sampai awal tahun 2026.

Kepastian ini disampaikan oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, saat melakukan peninjauan ke Gudang Bulog Siron, Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (12/8/2025). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ihsan menanggapi pengiriman beras dari Aceh sebanyak 4.000 ton ke Sumatera Utara, yang ditargetkan mencapai 8.000 ton dalam waktu dekat. Pengiriman ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan pangan di provinsi tetangga.

"Kami sampaikan kepada masyarakat Aceh, tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Karena stok setelah pengiriman ke Sumatera Utara masih sangat cukup untuk kebutuhan di Aceh," ujarnya.

Ihsan menjelaskan bahwa pengiriman beras ke Sumatera Utara merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka pemerataan stok komoditas pokok di seluruh daerah. Bulog, kata Ihsan, memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga pangan.

"Artinya, persediaan beras di setiap daerah tidak boleh kekurangan atau berlebih. Ini adalah upaya untuk memastikan stok cukup dan merata sesuai kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pengiriman beras ini sekaligus membuka ruang bagi Bulog Aceh untuk menyerap hasil panen petani lokal, terutama saat panen gadu dan panen raya rendeng yang diperkirakan berlangsung mulai Februari 2026.

"Sekali lagi kami tegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir. Semua telah dihitung dengan cermat, baik untuk penyaluran pangan reguler maupun program SPHP. Stok beras masih aman hingga awal tahun depan," kata Ihsan.

Distribusi SPHP didukung Polda dan Kodam

Dalam rangka stabilisasi harga pangan, Bulog Aceh juga menggencarkan distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini turut didukung oleh Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda, yang membantu distribusi ke berbagai wilayah.

"Kegiatan SPHP yang kami jalankan bersama berbagai pihak bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tengah kenaikan harga beras akibat terbatasnya pasokan," jelas Ihsan.

Hingga saat ini, Bulog Aceh telah menyalurkan 969 ton beras SPHP ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Penyaluran ini merupakan bagian dari penugasan Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk periode Juli hingga Desember 2025. "Kami akan terus memaksimalkan distribusi SPHP agar masyarakat mudah mendapatkan beras dengan harga yang wajar, terutama menjelang musim panen yang belum tiba," tutupnya.(hd)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved