Rabu, 22 April 2026

Bireuen

Bupati Bireuen Realisasikan Janji Bangun Pompa Air di Peudada

Pompa air mulai direalisasikan sejak Rabu (20/8/2025) dengan membangun bak penampungan air, memasang dua mesin ukuran...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
POMPA AIR - Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, Rabu (20/8/2025) meresmikan dimulainya pembangunan pompa air di Meunasah Krueng Peudada untuk mengairi sawah di Kecamatan Peudada.  

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bupati Bireuen H Mukhlis ST merealisasikan janjinya yakni memasang pompa air untuk membantu petani Peudada yang sudah lima kali musim tanam tidak menggarap sawah karena irigasi Hagu rusak berat. 

Janji direalisasi dengan dimulainya membangun bak penampungan air ukuran 10 x 10 meter di Desa Meunasah Krueng Peudada, Rabu (20/8/2025). 

Kadistanbun Bireuen, Mulyadi SE MM kepada Serambinews.com, Kamis (21/8/2025) mengatakan, beberapa waktu lalu Bupati Bireuen melihat secara dekat kondisi irigasi dan sawah terlantar karena bendungan irigasi Hagu rusak parah dihantam banjir.

Salah satu solusi adalah dengan memasang pompa air. Pompa air mulai direalisasikan sejak Rabu (20/8/2025) dengan membangun bak penampungan air, memasang dua mesin ukuran 8 inci berlokasi di Desa Meunasah Krueng dekat sungai Peudada

Air nantinya ditampung dalam bak besar dan dialirkan ke saluran irigasi seterusnya ke sawah warga. Luas sawah yang dapat dialiri sekitar 500 hektare.

Baca juga: Satlantas Polres Bireuen Gelar Razia Kendaraan di Simpang Arjun

Ditambahkan, mesin akan digerakkan dengan listrik, sumber dana APBN Rp 800 juta. Menjawab Serambinews.com bagaimana  biaya operasional nantinya, Kadistanbun mengatakan dikelola petani bersama Keujrun blang seperti di Gandapura yang sudah berjalan baik. Pekerjaan memasang dua mesin dan lainnya diharapkan selesai pertengahan September karena saat itu akan dimulainya musim tanam. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (22/3/2025). Bupati Bireuen, H Mukhlis ST melihat kondisi saluran induk irigasi Hagu Peudada di kawasan Gampong Meunasah Krueng, karena sudah lima kali musim tanam atau sejak awal 2024, ratusan petani di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen yang tersebar di 15 gampong tidak bisa menggarap sawah.

Pasalnya, bendung pancur irigasi Hagu, Peudada rusak tahun 2024 lalu. Sementara bendungan utama juga hancur diterjang banjir awal Maret 2025.

Agar petani dapat menggarap sawah, Pemkab Bireuen melakukan inisiasi dengan memasang pompa air di Krueng Peudada dialirkan ke saluran irigasi sampai ke areal persawahan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved