Feature
Santi Manda Sari, Bakal Mengajar Budaya Aceh di Korea Selatan
Santi yang merupakan guru Bahasa Inggris termasuk pendiri lembaga LKP simpel Lhokseumawe yang bergerak di bidang pendidikan.
Santi Manda Sari SPdI merupakan guru SMP Negeri 3 Lhokseumawe. Ia tertarik untuk mengikuti seleksi pertukaran guru Indonesia Korea tahun 2025. Ternyata, dia lulus untuk mewakili Aceh ke Korea.
Kepala SMP Negeri 3, Irmawati SPd mengatakan, pada 17 Februari hingga 8 Maret 2025, Dikdasmen membuka seleksi pertukaran guru Indonesia Korea tahun 2025. Seleksi itu diperuntukan bagi 15 Provinsi di Indonesia, termasuk Aceh.
Irmawati menjelaskan, untuk persyaratannya adalah mampu berbahasa inggris, menguasai seni budaya, memiliki prestasi sebagai juara inovasi atau guru berprestasi, dan memiliki pengalaman dalam seni budaya.
Santi yang merupakan guru Bahasa Inggris termasuk pendiri lembaga LKP simpel Lhokseumawe yang bergerak di bidang pendidikan. Dia juga aktif dalam kegiatan sanggar seni Putroe Balqis dalam Asuhan Juwita Sari, di Gampong Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Dia pernah menjadi juara 1 Lomba Inovasi Kota Lhokseumawe tahun 2024. Sehingga, percaya diri untuk berkompetisi dengan 800 orang peserta lainnya. Sebagai satu-satunya guru yang mewakili Aceh pada tingkat internasional, Pemko Lhokseumawe memberikan perhatian khusus.
Plt Sekda Lhokseumawe, A Haris hadir dalam kegiatan pelepasan keberangkatan guru SMPN 3 ke Korea. Santi Manda Sari mengatakan, saat di Korea Selatan nanti, ia akan mengajar Ndo Youngnam Elementary School yang terletak di Yongsan District, Korea Selatan selama tiga bulan hingga akhir November 2025.
Di negeri gingseng itu, dirinya akan mengajar budaya Aceh, Global Citizenship dan bahasa Inggris. Santi juga aktif latihan bermain rapai.(zak)
| Aceh Berduka, Penyumbang Pesawat Pertama Indonesia Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun |
|
|---|
| Angka Kemiskinan di Aceh Selatan Turun 2,13 Persen Tahun 2025 |
|
|---|
| Api Lahap 13 Ruko di Kota Fajar, Pemkab Gerak Cepat Salurkan Bantuan |
|
|---|
| Sempat Hilang usai Kenalan di Instagram, Pelajar 15 Tahun Kini Kembali ke Keluarga |
|
|---|
| Curhat Penyintas Banjir Aceh Tamiang, “Mak, Kita di Tenda ini Sampai Kapan?” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/GURU-BAHASA-INGGRIS-20082025.jpg)