Berita Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Segel Hotel ‘Mesum’, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

“Saya hanya mengingatkan dan menelepon orang tuanya untuk menyampaikan kondisi anaknya seperti ini.” ILLIZA

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/SARA MASRONI
PENYEGELAN - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal didampingi Kasatpol PP-WH, Muhammad Rizal saat menyegel Hotel Kupula di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (20/8/2025) siang. 

“Saya hanya mengingatkan dan menelepon orang tuanya untuk menyampaikan kondisi anaknya seperti ini.” ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL, Wali Kota Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menyegel sebuah hotel, di kawasan Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, karena diduga sering menjadi tempat maksiat, Rabu (20/8/2025) siang. 

Petugas juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi (kondom) di bawah tempat tidur sebuah kamar, serta beberapa kotak kondom berserakan di mobil salah satu tamu yang menginap di hotel tersebut.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, turun langsung memimpin pemasang segel berisikan pesan bahwa tempat usaha tersebut dalam pemantauan, serta memeriksa kamar demi kamar untuk memastikan tidak adanya pelanggaran syariat Islam. 

“Penutupan sementara. Tempat ini sementara ditutup dan dihentikan kegiatannya,” demikian tulis dalam segel tersebut.

Illiza menegaskan, penyegelan ini masih bersifat sementara. Namun bila dilanggar, bisa dikenakan sanksi pidana. “Ini bukan ditutup permanen, sifatnya masih sementara,” katanya.

“Tapi ketika terjadi pelanggaran, membuka ketika sudah kita lakukan penyegelan, maka ini bisa ditutup secara permanen, sampai kapanpun tidak bisa lagi mengurus surat izin apapun,” tambah Wali Kota.

Dikatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Menurutnya dalam dunia usaha, yang dicari harus dengan cara berkah, karena rezeki sudah Allah SWT yang memberikan. Ia mengatakan, aturannya sudah jelas. Pihak manajemen hotel semestinya bisa memasang CCTV, meminta surat menikah bagi yang ingin menginap.

“Tidak ada yang dilarang. Semuanya, siapapun berinvestasi malah lebih aman dan nyaman, kalau kita bisa melaksanakan (aturan),” ucap Illiza.

Menurutnya, bukan hanya di Aceh yang seperti ini. Hotel syariah juga banyak di Jakarta yang menerapkan hal demikian. Namun okupansinya tetap bagus. 

Illiza juga sempat menanyakan kenapa di mobil tamu yang menginap ada alat kontrasepsi. Kemudian pemilik menjawab alasannya karena kendaraan roda empat tersebut disewakan. “Kemudian saya lihat banyak puntung rokok, kamarnya berantakan. Saya hanya mengingatkan dan menelepon orang tuanya untuk menyampaikan kondisi anaknya seperti ini,” ujar Illiza.

“Ternyata juga ya broken home, paling ya kita mengingatkan dari sisi agama, orang tua agar anak ini benar-benar dilihatlah, sehingga ke depan dia bisa terkontrol lebih baik,” pungkasnya.(rn)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved