Video
VIDEO - Momen Memalukan Israel Dihantam Rudal Hipersonik Houthi, Iron Dome Israel K.O.!
Houthi mengumumkan sebuah operasi militer mengejutkan pada Jumat (22/8) malam waktu setempat, yang diklaim sebagai momen paling memalukan bagi Israel.
SERAMBINEWS.COM - Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan sebuah operasi militer mengejutkan pada Jumat (22/8) malam waktu setempat, yang diklaim sebagai momen paling memalukan bagi sistem pertahanan Israel baru-baru ini.
Pasukan rudal Yaman melancarkan serangan presisi ke Bandara Lod yang juga dikenal sebagai Bandara Al-Lydd di Jaffa, wilayah pendudukan Israel. Yang menjadi sorotan utama adalah senjata yang digunakan: rudal balistik hipersonik “Palestina 2,” ditambah dengan dua unit pesawat nirawak (drone).
Mengutip pernyataan dari media Al Mayadeen, Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengklaim bahwa rudal hipersonik tersebut berhasil menembus sistem intersepsi Israel dan menghantam sasaran. Klaim ini secara tersirat menyebut sistem pertahanan canggih Israel, termasuk Iron Dome, telah “KO” alias gagal total dalam mencegat rudal berkecepatan tinggi tersebut.
Serangan ini sontak menimbulkan gangguan serius di dalam negeri Israel. Laporan menyebutkan, jutaan warga terpaksa mencari perlindungan, dan aktivitas bandara dilaporkan terhenti sementara. Insiden ini secara spesifik memicu penutupan sementara Bandara Ben Gurion, salah satu pintu gerbang utama Israel.
Tak hanya Bandara Jaffa, Saree juga menambahkan bahwa Angkatan Udara Yaman melakukan dua operasi drone tambahan. Targetnya adalah fasilitas militer Israel di wilayah Jaffa dan Ashkelon. Kedua serangan drone ini juga diklaim berhasil mengenai sasaran yang dituju, yang semakin meningkatkan siaga militer di berbagai wilayah Israel.
Keberhasilan rudal 'Palestina 2' menembus pertahanan udara Israel dan mencapai target strategis seperti bandara menjadi pukulan telak yang tak hanya merusak citra militer, namun juga memicu pertanyaan serius tentang efektivitas sistem pertahanan udara canggih mereka.
Baca juga: VIDEO - Media Asing Sorot Tajam Rencana Pemerintah Indonesia yang Akui Siap Tampung 2.000 Warga Gaza