Senin, 13 April 2026

Berita Bireuen

Penderita Tuberkulosis di Bireuen Capai 678 Orang, kian Mengkhawatirkan

"Pencegahan dan penanggulangan TBC kita berharap prevalensi penyakit ini dapat di turunkan serendah - rendahnya," harapnya.

|
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO
PERTEMUAN -Foto bersama setelah menggelar pertemuan Dinkes Bireuen, Selasa (26/8/2025) terkait percepatan penurunan tubercolosis dibuka oleh Sekretaris Daerah (Setda) Hanafiah, di !ula Wisma Bireuen Jaya. 

"Pencegahan dan penanggulangan TBC kita berharap prevalensi penyakit ini dapat di turunkan serendah - rendahnya," harapnya.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Penderita penyakit Tuberkulosis atau TB di Bireuen mencapai 678 orang (data 2024) tersebar hampir merata di seluruh kecamatan dan perlu pencegahan bersama. 

Jumlah ini kian mengkhawatirkan dan perlu pencegahan maksimal.

Hal tersebut disampaikan Pj Sekdakab Bireuen, Hanafiah SP saat membuka pertemuan percepatan penurunan tubercolosis, Selasa (26/8/2025).  

Kegiatan  dilaksanakan Dinkes Bireuen dihadiri unsur lintas sektor mulai direktur rumah sakit, kepala Puskesmas, para kepala bidang dan fungsional di lingkungan Dinkes. 

Pertemuan diisi dengan diseminasi informasi tentang penyakit, situasi dan kebijakan program, serta peran lintas sektor terkait. 

Baca juga: Dinkes Pidie Catat Kasus Aids Capai 77 Kasus, TB 312 dan Satu Malaria, Pj Bupati Buka Kemitraan ATM

Pj Sekdakab mengatakan, berdasarkan data Dinkes Bireuen seluruh kecamatan sudah ada penderita TB dengan jumlah penderita TBC-Sensitif Obat 669 orang, TBC - Resiten Obat 9 orang  jumlah seluruhnya 678 orang.

Atas dasar itu Kabupaten Bireuen yang termasuk dalam daerah Beban TBC ke 2 setelah Aceh Utara di Provinsi Aceh. Daerah beban dimaksud adalah perlua penanganan segera.

"Pencegahan dan penanggulangan TBC kita berharap prevalensi penyakit ini dapat di turunkan serendah - rendahnya," harapnya.

Ketua Panitia Pelaksana juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Bireuen, dr Rini Novianti menyampaikan, kegiatan ini diikuti 53 peserta mulai direktur rumah sakit, kepala Puskesmas, para kepala bidang dan fungsional dilingkungan Dinkes.

Adapun tujuan kegiatan ini, kata dr Rini mendapatkan dukungan para pemangku kebijakan di Bireuen dalam pencegahan, penemuan penderita, serta pengobatan TBC di Kabupaten Bireuen, sebagai upaya mencapai eliminasi TBC di tahun 2030.

Juga, mendapatkan dukungan dana operasional yang berkesinambungan untuk program eliminasi TBC di Bireuen khususnya pelaksanaan pencegahan, pengobatan TBC, terangnya.

Dikutip dari sejumlah sumber Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah dengan kasus TB yang tinggi di Aceh. Bahkan pernah menjadi yang tertinggi bersama Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2021.

Pada tahun 2022, tercatat ada 890 kasus TB Paru di Bireuen.

Upaya penanggulangan menjaga pola hidup bersih dan sehat serta membuang dahak secara bertanggungjawab adalah beberap perilaku positif yang ditunjukkan pasien untuk mencegah penularan (*)

Baca juga: Paparkan tentang Skrining Tuberkulosis, Mahasiswa FK USK Raih Juara 1 Lomba Penelitian di Bali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved