Berita Pidie
Puluhan Siswa SMAN Delima Kunjungi 3 Situs Bersejarah di Pidie
puluhan siswa dari SMAN 2 Delima, Pidie sejak 26 sampai 27 Agustus 2025 di boyong ke tiga titik lokasi situs sejarah
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Guna mengenang jasa para pahlawan atau pejuang kemerdekaan RI, puluhan siswa dari SMAN 2 Delima, Pidie sejak 26 sampai 27 Agustus 2025 di boyong ke tiga titik lokasi situs sejarah.
Ketiga situs sejarah yang dikunjungi oleh puluhan siswa itu masing-masing Makam Tgk Muhammad Daud Beureueeh yang berada dalam Komplek Masjid Baitul 'Ala Lilmujahidin Beureunueun, Kecamatan Mutiara, Pidie.
"Pahlawan Tgk Muhammad Daud Beureueh ini adalah sosok pejuang kemerdekaan RI. Beliau baik selaku pemimpin maupun sosok ulama asal Pidie yang memiliki integritas dan kapasitas tinggi yang berkontribusi besar dalam memerdekakan RI," sebut kepala SMAN 2 Pidie, Ramli SPdI MA bersama guru pengasuh mata pelajaran sejarah, Zaitun Munar SPd kepada Serambinews.com, Rabu (27/8/2025).
Dijelaskan Ramli, para siswa juga diajak untuk melihat secara dekat kompleks Masjid Tgk Syik di Pasi yang berada di Gampong Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie yang merupakan salah satu masjid bersejarah yang menjadi warisan peradaban Islam di Aceh.
Tgk Syik di Pasi merupakan sosok ulama Kharismatik Aceh yang hidup era Kesultanan Sultan Iskandar Muda dan beliau juga sosok bapak pertanian yang mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif untuk areal pertanian dalam memakmurkan warga.
Baca juga: 4 Ibu Rumah Tangga dan 1 Pria di Langsa Kuras Uang di ATM Korban, Pelaku Berhasil Ditangkap
Berikutnya para siswa juga diajak melihat secara dekat komplek wisata terbaru Gedung Memorial Living Park Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie sebagai media pembelajaran sejarah yang menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan masyarakat Aceh.
Dulu, kompleks Living Park itu merupakan Rumoh Geudong yang kini direnovasi menjadi lokasi Destinasi wisata sejarah bagi warga Aceh.
Dijelaskan Ramli, kegiatan kunjungan ke beberapa tempat yang memiliki situs sejarah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme serta memperkenalkan secara langsung kepada siswa tentang sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh Aceh dalam menegakan syiar agama dan kemerdekaan bagi RI.
"Inti dari belajar sejarah tidak hanya dari teks tulisan di buku semata-mata, akan tetapi juga, perlu dengan melihat secara langsung secara ril sebagai fakta otentik atas peninggalan sejarah sehingga menggugah khazanah dan jiwa patriotisme siswa selaku generasi bangsa,"ungkapnya.(*)
Baca juga: Kisah Pemuda Lembah Seulawah, dari Ayam Guling Meraih Sarjana USK dan Sekolahkan Adik
| Pasar Grong-Grong Dipenuhi Sampah Hingga Drainase Tersumbat, Warga Keluhkan Bau |
|
|---|
| Rp 25 Miliar APBG Diplotkan untuk Beli Sepmor Keuchik, Begini Penjelasan DPMG Pidie |
|
|---|
| Kuah Beulangong Semarakkan Penyembelihan 2 Ekor Sapi Kurban di Meunasah Gampong |
|
|---|
| Hari Kedua Idul Adha, Kakanwil Ditjenpas Aceh Sidak Lapas dan Rutan di Sigli |
|
|---|
| Bupati Sarjani Sembelih Secara Simbolis Hewan Kurban, PHBI Pidie Salur 23 Ekor Sapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/situs-sejarah-Rumoh-Geudong-atau-Komplek-Memorial-Living-Park.jpg)