Peristiwa

Punya Rumah di Kawasan Elite, Ternyata Begini Sikap Dwi Hartono, Diungkap Satpam Komplek & Tetangga

Dwi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
(Kompas.com/Hafizh Wahyu Darmawan)
RUMAH DWI HARTONO - Penampakan kondisi kediaman Dwi Hartono, otak penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta. (Kompas.com/Hafizh Wahyu Darmawan) 

SERAMBINEWS.COM - Dikenal sebagai pengusaha sukses yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, Dwi Hartono ternyata memiliki rumah di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, di balik citra "Crazy Rich" yang ia bangun, terungkap fakta mengejutkan dari orang-orang terdekatnya.

Sebelumnya, Dwi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi pada Selasa (26/8/2025).

Setelah ditetapkan sebagai dalang utama pembunuhan Ilham, sosok Dwi Hartono dan kehidupannya pun menjadi sorotan publik. 

Terbaru, mengenai sikap asli Dwi Hartono di mata tetangga di kawasan perumahan elitnya.

Meskipun tinggal di lingkungan yang sama, tetangganya mengaku tak mengenal Dwi Hartono secara pribadi.

Mereka juga mengau tidak pernah bertemu langsung dengan Dwi selama hampir satu tahun.

Baca juga: Sikap Asli Dwi Hartono Diungkap Satpam Komplek dan Tetangga: Tak Kenal dan Tidak Bertemu 1 Tahun

Sikap Dwi Hartono di mata tetangga dan satpam

Dikenal sebagai pengusaha sukses, Dwi Hartono kerap menampilkan gaya hidup mewah.

Di akun media sosialnya, ia juga kerap mengunggah aktivitasnya dengan melibatkan fasilitas mewah.

Namun, di balik citra glamour tersebut, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan dari satpam komplek di kediaman mewahnya di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (28/8/2025), Ridwan (44, bukan nama sebenarnya), satpam di klaster Dwi Hartono, mengaku tidak mengenalnya secara pribadi.

“Saya enggak kenal (secara pribadi) kalau sosok pak Hartono seperti apa. Tapi iya, itu (rumah Dwi Hartono) jalurnya ke sana (Jalan Fransisco Blok Q1 Nomor 9),” kata Ridwan saat ditemui, Rabu (27/8/2025).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Rudi, seorang tetangga yang mengaku baru mengetahui identitas Dwi Hartono setelah kasusnya viral di media sosial.

Ia bahkan baru mengetahui bahwa rumah yang selama ini berdekatan dengannya adalah milik Dwi Hartono.

Rudi juga mengaku, ia tidak pernah melihat langsung Dwi Hartono, meskipun sudah tinggal di wilayah sama selama hampir satu tahun.

“Enggak tau, Enggak pernah keluar, kita di sini sudah hampir satu tahun belom pernah lihat orangnya, baru tau pas ada kasus-kasus itu, ternyata rumahnya disitu Q9 ya. baru tau kemarin pas liat di IG,” kata Rudi.

Menurut Rudi, aktivitas yang lebih menonjol justru berasal dari rumah di sebelah Q9, yakni Q8, yang masih terhubung dengan kediaman Dwi Hartono.

Baca juga: Penampakan Rumah Mewah Dwi Hartono, Kini Tampak Sepi tanpa Aktivitas

Rumah tersebut dikenal warga sebagai tempat usaha bimbingan belajar (bimbel) bernama "Guruku".

Bimbel tersebut milik Dwi Hartono.

Meski demikian, rumah Dwi Hartono justru dikenal warga sebagai tempat kegiatan sosial yang rutin. 

Rudi menjelaskan, rumah itu kerap membagikan nasi kotak dalam agenda Jumat Berkah.

Namun, kegiatan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Dwi Hartono sendiri, melainkan oleh asisten rumah tangganya.

Kegiatan rutin ini, menurut Rudi, berhenti total sejak kasus Dwi Hartono mencuat ke publik pekan lalu.

Kondisi terkini kediaman Dwi Hartono

Rumah Dwi Hartono yang berlokasi di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9 Kompleks Perumahan Kota Wisata.

Menurut laporan Kompas.com, Kamis (28/8/2025), kondisi rumah Dwi Hartono saat ini terlihat sepi dan seperti tidak berpenghuni. 

Tampilan luar rumah mewah Dwi Hartono tersebut memiliki desain modern.

Bangunannya memiliki dua lantai. Bagian tembok luarnya seluruhnya dilapisi dengan cat warna putih.

Rumah tersebut memiliki pagar besi berwarna emas setinggi sekitar tiga meter yang membatasi halaman dengan jalan utama. 

Dwi Hartono, motivator sosial media, yang diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta.
Dwi Hartono, motivator sosial media, yang diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta. (Instagram @klanhartono)

Di sisi kanan pagar, tertera nomor rumah Q1/9 dengan plakat berbentuk rumah bertuliskan "Klan Hartono".

Sementara, jendela rumah dihiasi teralis bercorak besi hitam dengan ornamen emas berbentuk mahkota.

Di bagian garasi, tampak sejumlah barang tersusun, mulai dari ban mobil, sepeda anak-anak, hingga beberapa wadah plastik besar.

Baca juga: Profil Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono yang Habisi Ilham, Kondisi Rumah Tangganya Diungkap

Meski sepi dari aktivitas, sesekali terdengar suara mesin pompa air dari dalam rumah.

Lampu depan rumah juga masih menyala di siang hari, memberi kesan tak berpenghuni.

Suasana lingkungan sekitar pun relatif tenang. 

Tidak ada aktivitas warga di sekitar rumah, hanya lalu-lalang kendaraan umum dan pekerjaan konstruksi dari satu rumah tetangga yang sedang dibangun.

Jejak kriminal Dwi Hartono

Di balik citra pengusaha dan motivator sukses, Dwi Hartono ternyata memiliki jejak kelam di masa lalu yang kembali terulang.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (27/8/2025), sebelum menjadi dalang di balik penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, ia pernah tersandung kasus hukum pada tahun 2012.

Saat itu, Dwi Hartono, yang masih berstatus mahasiswa, terjerat kasus pemalsuan ijazah dan nilai untuk sejumlah calon mahasiswa kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Melalui bimbingan belajar "Smart Solution" miliknya, Dwi menjanjikan calon mahasiswa pasti diterima dengan imbalan uang hingga Rp10 juta.

Atas perbuatannya, Dwi Hartono ditetapkan sebagai tersangka, namun divonis ringan enam bulan penjara karena mengakui kesalahan dan adanya surat pemaafan dari pihak kampus.

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, Dwi Hartono kembali berurusan dengan hukum.

Pada Sabtu (23/8/2025), ia ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya di Solo, Jawa Tengah.

Ia diduga kuat menjadi otak penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN. 

Baca juga: Daftar Pabrik Uang Dwi Hartono Pembunuh Ilham, Dijuluki Crazy Rich Sumsel

15 tersangka ditetapkan

Sejauh ini polisi telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37)

Mereka terbagi dalam empat kluster, yakni kluster aktor intelektual, pengintai, penculik dan eksekutor serta pembuang jasad korban.

Dwi Hartono termasuk klaster aktor intelektual bersama C alias Ken, YJ dan AA.

Sementara kluster penculik yang sudah ditangkap adalah Eras, RS, AT dan RAH.

Adapun delapan lainnya identitasnya belum diungkap polisi. Termasuk peran-peran mereka.

Polisi juga sejauh ini belum menjelaskan motif penculikan dan pembunuhan kacab bank BUMN ini.

Mohamad Ilham Pradipta diculik saat berada di area parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025.

Baca juga: Dwi Hartono Buat Pinjaman Fiktif tapi Ditolak hingga Habisi Ilham Pradipta, Usahanya Diduga Bangkrut

Keesokan harinya, jasad kacab bank BUMN itu ditemukan di area persawahan sawah Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025), sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat pertama ditemukan, saksi melihat kacab bank BUMN ini dalam kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata terlilit lakban.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved