Selasa, 7 April 2026

Berita Nasional

Menko Perekonomian RI Bertekad Harus Ada Pabrik Minyak Goreng di Aceh

Menteri juga bertekad agar segera dapat dibangun pabrik minyak goreng di Aceh bekerja sama dengan swasta lokal

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Menteri Koordinator Perekonomian RI, Dr Airlangga Hartarto dan Senator asal Aceh, Dr Ir Abdullah Puteh MSi foto bersama dalam acara silaturahmi antara kedua tokoh tersebut di ruang kerja Menko Airlangga di Jakarta, Jumat (6/1/2023) 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh atau Senator Aceh, Dr Ir Abdullah Puteh MSi, bersilaturahmi dengan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI, Airlangga Hartato yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya (DPP Golkar).

Silaturahmi itu berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Jumat (6/1/2023).

Dalam pertemuan itu, Menko Airlangga Hartarto menyatakan setuju dengan program pemberdayaan petani yang berbasis agroindustri dengan dukungan pembiayaan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) serta koperasi.

Menurutnya, program-program percontohan (pilot project) untuk kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa daerah, termasuk di Aceh.

Menteri juga bertekad agar segera dapat dibangun pabrik minyak goreng di Aceh bekerja sama dengan swasta lokal.

Diapresiasi

Tekad Menko Perekonomian agar di Aceh perlu dibangun pabrik minyak goreng diapresiasi dan sejalan dengan gagasan H Syuhaimi SH, CEO PT Riztia Karya Mandiri yang sedang membangun pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

PKS tersebut merupakan pabrik kesembilan di Aceh Singkil hasil patungan lebih dari 50 investor yang merupakan putra-putri Aceh Singkil, baik yang ada di daerah maupun yang di perantauan.

Sebelumnya sudah ada delapan PKS di sana, masing- masing milik PT Socfindo, PT Perkebunan Lembah Bakti 1, PT Perkebunan Lembah Bakti 2, PT Nafasindo, PT Ensem Lestari, PT Delima Makmur, PT Runding Putra Persada, dan PT Singkil Sejahtera Makmur

Baca juga: Tiga Kapal Pengungsi Rohingya Terlihat di Perairan Pulau Rondo Sabang

Menurut Syuhaimi, Aceh memang sudah sangat membutuhkan pabrik minyak goreng, mengingat konsumsi minyak goreng di provinsi ini tinggi dan di seluruh Aceh meski PKS begitu banyak, tetapi belum satu pun ada pabrik minyak goreng.

PKS PT Riztia Karya Mandiri yang ia bangun secara patungan dengan 50 lebih investor asal Aceh Singkil ke depan akan dikembangkan menjadi pabrik penghasil minyak goreng.

"Bertahap dulu. Awalnya kita bangun PKS untuk menghasilkan minyak kelapa sawit atau CPO. Nanti, baru kita bangun pabrik minyak goreng dan produk lain turunan CPO," kata Syuhaimi.

Ia sangat gembira jika tekad Menko Perekonomian bahwa di Aceh akan dibangun pabrik minyak goreng jadi kenyataan. Apalagi ada klausul bahwa pembangunan pabrik minyak goreng tersebut bekerja sama dengan swasta lokal.

"Perusahaan kami siap menjadi mitra mewakili swasta lokal demi terwujudnya pabrik minyak goreng di Aceh," kata Syuhaimi yang 1 Januari 2023 lalu purnabakti dari perwira Mabes Polri. (*)

Baca juga: Masuk 10 Besar Drama di 19 Negara Termasuk Indonesia, Kapan Part 2 Drakor The Glory Tayang?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved