Kamis, 9 April 2026

Kupi Beungoh

Alarm Literasi Aceh Carong

Tidak banyak guru yang mengisi waktu luang untuk membaca. Kebanyakan kalangan guru mengisi waktu luangnya dengan aktivitas kicauan di medsos, mengobro

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Feri Irawan SSi MPd, kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen 

Feri Irawan SSi MPd*)

TIDAK bermaksud menguburkan situasi iklim literasi sekolah, literasi keluarga, dan literasi masyarakat Aceh saat ini. Sekedar sebagai otokritik dan rekonstruksi tradisi literasi, bahwa praktek literasi Aceh Carong mengalami trend menurun.

Fakta kasat mata, hampir setiap hari, di lembaga pendidikan, warung kopi, dan tempat-tempat umum lainnya, kaum intelektual millenial Aceh ternyata lebih nyaman belajar secara instan (google) daripada membaca media cetak dan belajar dari buku yang lengkap.

Berdasarkan data Pustaka Wilayah Aceh tahun 2022, pasalnya, sepanjang Januari- November tahun 2022 jumlah pengunjung Pustaka Wilayah Aceh hanya sebanyak 63.615 pengunjung. Jumlah ini terbilang memprihatinkan, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Literasi Keuangan Syariah, Hidup Berkah Bersyariah

Berdasarkan data yang dikutip dari BPS Aceh tahun 2022, jumlah penduduk dari kedua daerah ini sebanyak 672.125 jiwa, dan belum lagi bila dibandingkan dengan penduduk Aceh 5,4 juta jiwa.

Artinya, hanya 9,4 persen warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang berkunjung ke Pustaka Wilayah. Belum lagi bila dikalkulasi dengan jumlah siswa dan mahasiswa berbagai sekolah dan perguruan tinggi lainnya yang dekat dengan gedung Pustaka Wilayah.

Rendahnya pengunjung ke Pustaka Wilayah Aceh dan minimnya minat warga membaca selaras dengan data yang dikeluarkan BPS tahun 2022 diketahui tingkat minat baca masyarakat Indonesia secara umum berada pada angka 59,52 dengan durasi membaca antara 4-5 jam perminggu.

Budaya membaca di Indonesia sampai saat ini masih belum menjadi kebiasaan atau kita kenal dengan istilah reading habit.

Selaras dengan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center pada 2022 menyebutkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.54 dari 5.00.

Walaupun angka tersebut meningkat 1,43 persen atau 0,05 poin dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 3,49 poin, justru indeks literasi digital Aceh menurun dari sebelumnya 3,57.

Irish Bella Mengaku Belum Jenguk Ammar Zoni di Penjara, Kuasa Hukum Menduga Ini Alasannya

Fakta lain, data statistik dari UNESCO tahun 2019 menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen.

Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Ini merupakan jumlah yang memprihatinkan, ternyata budaya membaca di Indonesia masih sangat rendah

Jika tahun 2021 indeks literasi digital Aceh di peringkat 9 nasional, tahun 2022 peringkatnya terjun bebas keluar dari 15 besar nasional.

Hal yang menggembirakan, untuk tingkat kegemaran membaca tahun 2022, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menempatkan provinsi Aceh pada peringkat 8 dengan 65,85 poin.

Ironisnya, berdasarkan data DataIndonesia.id, Indonesia menjadi negara urutan kelima pengguna smartphone terbanyak di dunia pada 2022 setelah Cina, India, dan Amerika.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved