Selasa, 7 April 2026

Ramadhan Mubarak

Alquran Sebagai Petunjuk bagi Manusia

karena Alquran adalah pentunjuk atau di dalamnya mengandung petunjuk bagi  seluruh manusia, walaupun yang mengambil manfaat hanya orang yang bertakwa.

Editor: mufti

Prof Dr Syahrizal Abbas, MA, (Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh)
 
SALAH satu peristiwa penting dalam bulan Ramadan adalah peristiwa turunnya Alquran (nuzul Alquran). Peristiwa ini amat bersejarah dalam kehidupan umat manusia, karena kehadiran Alquran telah merombak secara mendasar peradaban manusia, dari peradaban jahiliyah menuju peradaban Islamiyah, yang menjunjung tinggi eksistensi kemanusiaan. Alquran telah membuka lembaran baru tata kehidupan manusia yang sebelumnya berada dalam kebodohan, keterbelakangan, kehidupan yang tidak berprikemanusiaan menuju kehidupan yang damai, adil, bermartabat, menjunjung tinggi nilai kemuliaan dan hak asasi manusia.

Alquran yang diturunkan pada bulan Ramadan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, dan tidak hanya terbatas kepada umat Islam saja. Hal ini ditegaskan Alquran dalam surah al-Baqarah ayat: 185 yang artinya: “Pada bulan Ramadan diturunkan Alquran yang menjadi  petunjuk bagi manusia, dan menjelaskan mengenai petunjuk itu serta menjadi pembeda mana yang hak dan batil”.
 
Ayat 185 surah al-Baqarah ini menjelaskan paling tidak tiga hal. Pertama, Alquran menyatakan dirinya diturunkan oleh Allah Swt pada bulan Ramadan, dan bukan pada bulan lain dalam kalender Hijriyah. Bulan Ramadan dikatakan bulan mulia, karena dipilih oleh Allah Swt untuk menurunkan permulaan Alquran di dalamnya.

Kedua, Alquran adalah petunjuk bagi umat manusia. Alquran menjadi pembimbing dan panduan hidup bagi seluruh umat manusia dalam menata dan mengelola kehidupannya di dunia. Alquran adalah pesan moral Tuhan yang sifatnya terbuka, sehingga dapat dijadikan petunjuk oleh siapa saja tanpa melihat bangsa, suku, etnis, tradisi, bahasa  dan lain-lain.  Jadi, dalam konteks ini, Alquran mengandung nilai-nilai universal yang dapat dijadikan pedoman oleh segenap manusia dalam menata dan mengelola kehidupannya di muka bumi.
 
Ketiga, Alquran juga menyatakan dirinya sebagai penjelas (bayan) terhadap petunjuk tersebut. Ajaran pokok dan nilai universal yang dikandung Alquran diberikan penjelasan dan rincian dalam pelaksanaan oleh Alquran itu sendiri. Contoh, ajaran mengenai wujud Tuhan dan ke-Esaan-Nya sebagai fondasi  utama dalam ajaran Islam. Hal ini dijelaskan rinciannya oleh Alquran sendiri, tidak hanya menyangkut dalil-dalil pembuktian, tetapi juga menyangkut sifat Tuhan dan nama-nama yang disandang-Nya.

Demikian juga mengenai nilai keadilan, menjadi prinsip utama bagi manusia dalam menjalankan aktivitas kehidupannya. Alquran tidak hanya  berhenti pada mewajibkan atau memerintahkan berlaku adil, tetapi menjelaskan cara menegakan keadilan di lembaga peradilan, keadilan dalam kehidupan keluarga dan bahkan cara mewujudkan keadilan dalam memimpin masyarakat. Dengan demikian Alquran mengandung petunjuk, sekaligus menjelaskan petunjuk tersebut.
  
Penegasan Alquran bahwa sebagai petunjuk bagi manusia yang diturunkan pada bulan Ramadan, mengisyaratkan bahwa Alquran harus dibaca dan dipelajari secara intens selama Ramadan. Orang yang mempelajari Alquran diharapkan memperoleh petunjuk dari Allah Swt untuk memahami kandungannya, dan menerapkan penjelasan-penjelasannya. Orang yang membaca Alquran telah mempersiapkan hatinya menerima petunjuk dan sinaran Ilahi yang akan menghiasi kalbunya. Orang tersebut akan  terbuka hatinya, bersih dan bening pikirannya, sehingga ia akan memperoleh kemampuan membedakan antara yang hak dan yang batil.  

Demikian beberapa penjelasan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Namun, pada ayat lain Alquran menegaskan dirinya sebagai petunjuk (hudan) bagi orang yang muttaqin sebagaimana yang terdapat dalam surah al-Baqarah ayat: 2 : “Itulah Kitab, yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang yang bertakwa”.
 
Ulama tafsir menjelaskan hubungan (munasabah)  antara  kalimat ‘petunjuk bagi orang yang bertakwa’ (hudan lil muttaqin),  dengan kalimat ‘tidak ada keraguan pada al-Kitab (Alquran)’. Kalimat ini bermakna bahwa Alquran mengandung bukti-bukti rasional dan emosional  tentang kebenaran sumber dan kandungannya yang sangat jelas, sehingga tidak wajar seseorang ragu  terhadap Alquran. Pesan Allah Swt dalam kalimat ini adalah jangan ragu terhadap kandungan Alquran dan jangan ragu pula untuk mengamalkannya, karena Alquran adalah pentunjuk atau di dalamnya mengandung petunjuk bagi  seluruh manusia, walaupun yang mengambil manfaat hanya orang yang bertakwa.
 
Petunjuk yang dibawa Alquran tidak hanya diperuntukan kepada mereka yang hidup ketika Alquran diturunkan, baik di Makkah maupun di Madinah, tetapi petunjuk Alquran juga diperuntukan kepada manusia yang hidup di zaman ini dan masa mendatang. Alquran telah terbukti memberikan petunjuk kepada mereka pada masa lalu, dengan menyelamatkan kehidupan mereka dari kesesatan dan siksaan Allah Swt. Bagi manusia yang hidup masa kini dan masa mendatang, kehadiran petunjuk Alquran akan menghindarkan mereka dari gangguan, petaka dan siksaan duniawi dan ukhrawi
 
Kata takwa berarti menghindar atau takut. Dalam surah al-Baqarah ayat: 2, kata takwa terdapat tiga makna penghindaran. Pertama, menghindar dari kekufuran dengan jalan beriman kepada Allah Swt. Kedua, berupaya melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Ketiga, dan yang paling tinggi, adalah menghindar dari segala aktivitas  yang menjauhkan pikiran dari Allah Swt.  
 
Sayyid Qutub memaknai sifat Alquran sebagai hudan lil muttaqin, dengan mengatakan: ‘siapa yang ingin mendapatkan hidayah Allah Swt, hendaklah ia datang menemui Alquran dengan hati yang bersih dan tulus. Dia harus datang dengan perasaan dan hati yang takut (takwa), dengan berupaya menghindarkan diri dari siksa Ilahi. Orang yang datang menemui Alquran memiliki sikap hati-hati, sehingga ia berupaya tidak berada dalam kesesatan atau dipengaruhi oleh kesesatan tersebut’. Demikian beberapa catatan dari kandung makna Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia. Wallahu ‘a’lam bi al-shawab.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved