Sabtu, 11 April 2026

RAMADHAN MUBARAK

Ramadhan Bulan Pendidikan Akhlak Mulia

Di balik rutinitas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tersimpan sebuah esensi yang jauh lebih dalam

Editor: mufti
IST
Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pdi, Ketua DPP ISAD ACEH/Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee 

Tgk Mustafa Husen Woyla, S.Pdi, Ketua DPP ISAD ACEH/Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee

Tak terasa hari ini kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Sebentar lagi Ramadhan pun akan meninggalkan kita dengan segala kemuliaannya. Di balik rutinitas menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tersimpan sebuah esensi yang jauh lebih dalam: Tarbiyatul Akhlaq atau dalam istilah modern disebut sebagai pembentukan karakter (character building). 

Jika diibaratkan sebuah institusi, Ramadhan adalah "Madrasah Ruhani" tahunan yang bertujuan meluluskan pribadi-pribadi dengan integritas tinggi, bukan sekadar mereka yang berhasil memindahkan jam makan semata.

Latihan kejujuran

Pilar utama dalam pendidikan akhlak di bulan Ramadhan adalah kejujuran atau As-Siddiq. Puasa adalah ibadah yang paling privat; tidak ada yang benar-benar tahu seseorang berpuasa atau tidak, kecuali dirinya dan Allah SWT. 

Sebagaimana dalam Hadis Qudsi, Allah berfirman: “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di tengah krisis integritas yang sering kita saksikan, puasa melatih kita untuk merasa selalu diawasi oleh Sang Pencipta (Muraqabatullah). Seseorang bisa saja minum di balik pintu yang tertutup rapat, namun ia memilih tidak melakukannya karana keyakinan batin. 

Inilah pendidikan kejujuran yang paling murni, di mana nilai-nilai moral ditegakkan bukan karena takut pada sanksi sosial atau hukum formal, melainkan karena kesadaran spiritual yang mendalam.

Selanjutnya, Ramadhan adalah momentum untuk meruntuhkan tembok egoisme. Dengan merasakan perihnya lapar, seorang Muslim dididik untuk memiliki empati (At-Ta’athuf). Pendidikan akhlak di sini tidak lagi bersifat teoretis, melainkan praktis dan empiris.

Rasa lapar menjadi pengingat nyata akan penderitaan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Ma'un bahwa salah satu ciri mendustakan agama adalah tidak adanya kepedulian terhadap orang miskin. 

Oleh karena itu, akhlak mulia yang lahir dari Ramadhan bukan hanya kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan sosial. Kedermawanan yang meningkat melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bukti nyata bahwa madrasah ini berhasil mengubah karakter kikir menjadi pemurah.

Di era informasi yang serba cepat, menjaga lisan dan "jempol" di media sosial menjadi tantangan berat. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi juga menahan diri dari perkataan keji dan sia-sia (Laghwiwa Rafats). Beliau bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah melakukannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan.”(HR. Bukhari).

Ramadhan mendidik kita untuk memiliki pengendalian diri atau sabar. Saat sedang berpuasa, kita dilatih untuk tidak membalas cercaan dengan cercaan, melainkan dengan kalimat, "Innisha'im" (Sesungguhnya aku sedang berpuasa). Ini adalah latihan manajemen emosi dan diplomasi yang sangat mahal harganya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, indikator keberhasilan "pendidikan" selama Ramadhan adalah konsistensi perilaku setelah bulan ini berlalu (Istiqamah). Jika setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih jujur, lebih peduli pada sesama, dan lebih bijak dalam bertutur kata, maka kita telah meraih esensi dari bulan suci ini.

Semoga Ramadhan 1447 H ini tidak berlalu begitu saja sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadi momentum transformasi karakter menuju masyarakat yang lebih beradab, mulia, dan bersendikan syariat. Wallahu a’lam bisshawab.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved