Perang Rusia Vs Ukraina

Ukraina Setujui Usulan Gencatan Senjata Selama 30 Hari

Sementara kedua belah pihak belum mengomentari perundingan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Selasa mengatakan bahwa Kyiv menga

Editor: Ansari Hasyim
Kantor Kepresidenan Ukraina
GENCATAN SENJATA - Foto yang diambil dari laman Kantor Kepresidenan Ukraina pada Rabu (12/3/2025) menunjukkan pertemuan antara delegasi Amerika Serikat (AS) dengan Ukraina di Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (11/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, Ukraina menyetujui proposal AS tentang gencatan senjata selama 30 hari. 

SERAMBINEWS.COM - Menyusul pembicaraan dengan AS di Arab Saudi, Kyiv telah menerima proposal Washington untuk gencatan senjata Rusia-Ukraina selama 30 hari, menurut media resmi Saudi.

Saluran resmi Saudi Al-Ekhbariya mengatakan pada Selasa malam: "Pembicaraan AS-Ukraina di Jeddah berhasil di bawah upaya diplomatik Saudi."

"Setelah 9 jam negosiasi AS-Ukraina, Ukraina menyetujui usulan AS untuk gencatan senjata sementara yang berlangsung selama 30 hari, dapat diperpanjang, bersamaan dengan pertukaran tahanan antara kedua pihak (Rusia dan Ukraina)," kata penyiar Saudi itu juga.

Sementara kedua belah pihak belum mengomentari perundingan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Selasa mengatakan bahwa Kyiv menganggap usulan Washington untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia sebagai sesuatu yang “positif.”

Selasa pagi, delegasi AS dan Ukraina memulai pembicaraan di kota Jeddah, Saudi, untuk membahas prospek kemungkinan kesepakatan damai Moskow-Kyiv.

Baca juga: Menteri Luar Negeri AS: Ukraina Harus Menyerahkan Wilayahnya Saat Berunding dengan Rusia

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menghadiri pembicaraan tersebut, di hadapan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.

Pada hari Senin, Zelenskyy mengatakan di Telegram bahwa Ukraina selalu mencari perdamaian sejak awal perang, yang mengindikasikan bahwa Rusia adalah satu-satunya alasan mengapa perang masih berlangsung.

Pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan serangan militer terhadap Ukraina. Moskow menuntut Kyiv untuk meninggalkan aspirasinya untuk bergabung dengan aliansi militer Barat sebagai syarat perdamaian, sebuah sikap yang dipandang Ukraina sebagai “campur tangan” terhadap kedaulatannya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved