Perang Gaza
Erdogan: Kelaparan di Gaza Lebih Buruk dari Kamp Nazi
Negara teroris Israel telah melakukan genosida terhadap saudara-saudara kami di Gaza, membantai mereka secara brutal selama 22 bulan di wilayah
SERAMBINEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa menyoroti kelaparan di Gaza yang diblokade, yang telah menjadi sasaran serangan gencar Israel selama 22 bulan.
Ia mengatakan bahwa Gaza menunjukkan pemandangan yang "lebih buruk daripada kamp Nazi" dengan orang-orang yang kelaparan dan kekurangan air di depan mata dunia, Anadolu melaporkan.
"Negara teroris Israel telah melakukan genosida terhadap saudara-saudara kami di Gaza, membantai mereka secara brutal selama 22 bulan di wilayah seluas 360 km⊃2;," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama mitranya dari Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, di Ankara.
“Penggunaan kelaparan oleh Israel sebagai senjata terhadap warga Palestina adalah indikasi paling jelas bahwa mereka tidak memiliki kemanusiaan,” tambahnya.
Mengenai hubungan antara Turki dan Kazakhstan, Erdogan mengatakan bahwa proyek-proyek yang akan membawa kerja sama industri militer dan pertahanan Turki-Kazakhstan ke tingkat berikutnya telah dibahas dengan Tokayev selama pertemuan mereka.
"Dalam deklarasi bersama dengan Presiden Tokayev, kami menggarisbawahi penghormatan terhadap hak-hak yang setara dan hakiki warga Siprus Turki," tambah Erdogan.
Prancis, Inggris, dan Kini Malta Nyatakan akan Akui Negara Palestina dalam Sidang PBB September
Malta akan mengakui negara Palestina pada Sidang Umum PBB September, Perdana Menteri negara itu Robert Abela mengumumkan, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency, Rabu.
"Posisi negara kami mencerminkan komitmen kami untuk menemukan solusi demi perdamaian abadi di Timur Tengah," ujar Abela dalam unggahan Facebook pada Selasa malam.
Pengumuman Abela muncul hanya beberapa jam setelah deklarasi serupa oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan beberapa hari setelah Prancis mengungkapkan rencananya sendiri untuk pengakuan.
Abela awalnya mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina pada bulan Mei, dengan menyatakan bahwa hal itu akan terjadi selama konferensi PBB tentang Palestina pada bulan Juni; namun, konferensi tersebut kemudian ditunda.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Turki-Recep-Tayyip-Erdogan-mengutuk-apa-yang-disebutnya-sebagai-kejahatan-perang-Israel.jpg)