Berita Sabang

Fakhrulsyah Mega Meninggal, Putra Terbaik Sabang yang tak Pernah Lupa Tanah Kelahiran

Ia adalah putra asli Sabang, lahir pada 25 Juni 1965, dari keluarga yang juga lahir di tanah kepulauan ini.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
For Serambinews.com  
MENINGGAL DUNIA - Fakhrulsyah Mega, putra terbaik Sabang meninggal dunia di Cibubur, Sabtu (9/8/2025) malam. 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sabang kehilangan salah satu putra terbaiknya. 

Sabtu malam (9/8/2025) pukul 20.00 WIB, di sebuah rumah sakit di Cibubur, Jakarta, Fakhrulsyah Mega menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit lambung.

Bagi warga Sabang, nama Fakhrulsyah Mega bukanlah asing. 

Ia adalah putra asli Sabang, lahir pada 25 Juni 1965, dari keluarga yang juga lahir di tanah kepulauan ini. 

Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Sabang mulai dari TK, SD Negeri Nomor 8 (lulus 1978), SMP Negeri Sabang (lulus 1981), hingga SMA Negeri Sabang (lulus 1984). 

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (lulus 1990).

Baca juga: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Tokoh Aceh Fakhrulsyah Mega Meninggal di RS Cibubur

Kemudian, meraih gelar Magister Manajemen SDM di Universitas Islam Sumatera Utara (lulus 2021).

Meski sejak 1990 menetap di Jakarta, cintanya pada Sabang tak pernah surut. 

Bahkan di tahun 2024, ia pulang membawa tekad untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Sabang melalui dua partai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. 

“Dengan pengalaman, jaringan, dan pengetahuan yang beliau miliki, kami percaya, jika Allah berkehendak dan rakyat memandatkan, Sabang akan menjadi Golden Island,” kata rekannya, Pak Bes.

Perjalanan hidup Fakhrul penuh warna. 

Ia pernah menjadi Staf Khusus Gubernur Aceh, masuk dalam tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Jusuf Kalla di Pilpres 2004.

Baca juga: SAIN Sabang Resmi Dibentuk, Siap Jadi Mitra Strategis Pengembangan Pariwisata

Lalu ikut mengawal proses perdamaian Aceh, hingga kembali dipercaya menjadi tim sukses SBY dan Boediono pada Pilpres 2009.

Kiprahnya di pemerintahan juga terbilang mentereng. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved