Sabtu, 9 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen, Ini Penyebabnya

Kenaikan ini juga didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya konflik di Timur Tengah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
(Dok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM )
EMAS - Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB.
  • Meski demikian, logam mulia ini masih berada dalam tren penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.
  • Harga emas di pasar spot naik sebesar 3,2 persen menjadi 4.652,31 dollar AS per ons, yang merupakan level tertinggi sejak 20 Maret 2026.
  • Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 2,7 persen ke posisi 4.678,60 dollar AS per ons.

 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK — Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pagi WIB.

Meski demikian, logam mulia ini masih berada dalam tren penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas di pasar spot naik sebesar 3,2 persen menjadi 4.652,31 dollar AS per ons, yang merupakan level tertinggi sejak 20 Maret 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 2,7 persen ke posisi 4.678,60 dollar AS per ons.

Penguatan harga emas terjadi seiring melemahnya dolar AS, yang membuat logam mulia tersebut menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tariknya.

Kenaikan ini juga didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya konflik di Timur Tengah.

Namun demikian, kekhawatiran terhadap inflasi yang berkepanjangan serta ekspektasi suku bunga tinggi masih menjadi faktor penekan bagi harga emas.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Tajam, Simak Harga Emas Terbaru dan Selisih Buyback

Wakil Presiden sekaligus analis senior logam di Zaner Metals, Peter Grant, menyatakan bahwa reli emas saat ini cukup menggembirakan.

Ia menilai penguatan ini didorong oleh harapan deeskalasi konflik, meskipun masih diperlukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan tren berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, Grant menilai tren emas tetap bullish, didukung oleh faktor fundamental seperti de-dolarisasi dan pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlangsung.

Di sisi lain, laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu dalam konflik tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa perang dapat semakin intens jika tidak tercapai kesepakatan dengan Iran.

Sepanjang Maret 2026, harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 11,8 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved