Rabu, 22 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 20 April 2026: Galeri24, Antam dan UBS Stagnan di Level Tertinggi

Berdasarkan pantauan terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas produksi Antam hari ini masih kokoh bertahan di level puncak.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas batangan UBS, Galeri24 dan Antam hasil generated AI, Kamis (16/4/2026). Berikut update harga emas batangan UBS, Galeri24 dan Antam di Pegadaian hari ini, Senin (20/4/2026) 

Kondisi ini menyebabkan selisih (spread) harga yang cukup lebar, sehingga investor perlu lebih cermat menghitung titik impas.

Sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas tetap dikenakan pajak PPh 22.

Pembelian dikenakan pajak 0,45 persen (pemilik NPWP) atau 0,9 persen (non-NPWP), sementara transaksi buyback di atas Rp 10 juta dikenakan potongan pajak 1,5?gi pemilik NPWP.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 20 April 2026 Turun Drastis, Cek Update Terbaru dan Selisih Buyback

Berikut rincian harga emas Antam hari ini yang dihimpun dari situs resmi Logam Mulia Antam pada pukul 09.50 WIB, Senin (20/4/2026).

  • 0,5 gram: Rp 1.470.000, setelah pajak Rp 1.473.675
  • 1 gram: Rp 2.840.000, setelah pajak Rp 2.847.100
  • 5 gram: Rp 13.975.000, setelah pajak Rp 14.009.938
  • 10 gram: Rp 27.895.000, setelah pajak Rp 27.964.738
  • 25 gram: Rp 69.612.000, setelah pajak Rp 69.786.030
  • 50 gram: Rp 139.145.000, setelah pajak Rp 139.492.863
  • 100 gram: Rp 278.212.000, setelah pajak Rp 278.907.530
  • 250 gram: Rp 695.265.000, setelah pajak Rp 697.003.163
  • 500 gram: Rp 1.390.320.000, setelah pajak Rp 1.393.795,800
  • 1.000 gram: Rp 2.780.600.000, setelah pajak Rp 2.787.551.500

Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah perbedaan harga di setiap daerah.

Harga yang dipublikasikan secara resmi merujuk pada butik utama Antam di kawasan Pulo Gadung, Jakarta.

Di luar itu, harga bisa sedikit lebih tinggi karena adanya biaya distribusi, kebijakan operasional masing-masing cabang, serta dinamika permintaan di pasar lokal.

Wilayah dengan akses distribusi yang lebih sulit atau tingkat permintaan tinggi umumnya memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan acuan pusat.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved