Rabu, 22 April 2026

Berita Banda Aceh

Ekspor Udang Vaname Anjlok, Dinas Kelautan Perikanan Aceh Cari Solusi

Dinas Kelautan Perikanan Aceh mencari solusi permasalahan ekspor udang vaname dari provinsi ujung barat Indonesia itu ke Amerika Serikat

Editor: mufti
FOR SERAMBI
ILUSTRASI - Udang vaname 

"Saat ini kami berupaya mencari solusi anjloknya harga udang vaname karena ada permasalahan di pasar ekspor, sehingga komoditas laut tersebut tidak tertampung," Aliman, Kepala DKP Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kondisi harga komoditas laut udang vaname saat ini sedang anjlok. Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Aceh mencari solusi permasalahan ekspor udang vaname dari provinsi ujung barat Indonesia itu ke Amerika Serikat (AS). 

"Saat ini kami berupaya mencari solusi anjloknya harga udang vaname karena ada permasalahan di pasar ekspor, sehingga komoditas laut tersebut tidak tertampung," kata Kepala DKP Provinsi Aceh Aliman di Banda Aceh, Rabu (10/9/2025).

Aliman mengatakan, pasar ekspor udang vaname dari Indonesia, termasuk Aceh, mengalami masalah karena kebijakan Pemerintah AS yang menolak masuknya udang vaname dari Indonesia.

Menurut Aliman, penolakan Pemerintah Amerika Serikat karena udang vaname dari Indonesia mengandung unsur berbahaya ketika dikonsumsi. Padahal, Amerika Serikat merupakan pasar andalan udang vaname Indonesia, termasuk Aceh.

"Sejak Amerika Serikat menghentikan impor menyebabkan harga udang vaname di Indonesia, termasuk Aceh anjlok. Apalagi Amerika Serikat merupakan pasar utama udang vaname dari Indonesia," katanya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya sedang data petani tambak yang sedang membudidayakan udang serta kapan panen dan kapasitasnya. Data tersebut penting untuk mengarahkan ke mana hasil panen udang masyarakat tersebut setelah pasar ekspor berkurang.

"Selain mendata, kami juga duduk dengan para pihak membicarakan serta mencari solusi masalah ini. Ada beberapa solusi sementara, untuk membantu petani tambak yang akan panen dalam waktu dekat ini," katanya.

Solusi sementara tersebut, kata dia, di antaranya memanfaatkan gudang pendingin yang ada untuk menyimpan hasil panen uang masyarakat. Apalagi saat ini banyak usaha gudang pendingin kosong karena menurunnya produksi ikan tangkap di Aceh.

Kemudian, memaksimalkan pasar domestik, kendati harganya tidak sebaik harga ekspor. Dan ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mencegah petani tambak mengalami kerugian besar akibat masalah ekspor, kata Aliman.

"Masalah ekspor ini tidak hanya di Aceh, tetapi juga dialami di seluruh Indonesia. Kami berharap masalah ini segera teratasi, sehingga harga udang vaname kembali membaik," kata Aliman.(antaranews.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved