Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Komunitas Ruang Lingkup Soroti Tekanan Ekonomi di Balik Fenomena Anak Mengemis

ini sebagai wadah bertukar pikiran bagi generasi muda dalam merespons persoalan anak dan isu lingkungan yang kian kompleks

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Komunitas Ruang Lingkup sukses menggelar diskusi bertajuk Ruang Komunikasi dengan tema“Peran Pemuda dalam Menjawab Isu Anak melalui Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Balai Mangrove Park Lampulo (MPL) DKP Aceh pada Minggu (20/4/2026). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komunitas Ruang Lingkup sukses menggelar diskusi bertajuk Ruang Komunikasi dengan tema“Peran Pemuda dalam Menjawab Isu Anak melalui Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Balai Mangrove Park Lampulo (MPL) DKP Aceh pada Minggu (20/4/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bertukar pikiran bagi generasi muda dalam merespons persoalan anak dan isu lingkungan yang kian kompleks. 

Dipandu oleh moderator yang dinamis, diskusi berjalan interaktif dan terarah, memancing antusiasme peserta untuk mendalami materi yang disampaikan.

Narasumber utama, Michael Oktaviano, Sekaligus kepaa UPTD Panti Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) menekankan bahwa keterlibatan aktif pemuda adalah kunci dalam upaya perlindungan anak. 

Baca juga: Sosok Raja Khatami asal Bireuen, Merintis Bisnis dari Muda Hingga Jatuh Cinta pada Gadis Pidie

Beliau menyoroti bahwa tantangan sosial yang berkembang pesat membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat direspons secara efektif.

Dalam sesi pembahasan, muncul poin krusial mengenai realitas sosial anak-anak di Aceh. 

Terungkap bahwa fenomena anak yang turun ke jalan untuk mengemis umumnya bukan didasari oleh pilihan pribadi melainkan akibat dorongan orang tua serta tekanan kondisi ekonomi keluarga yang mendesak. 

Hal ini menjadi catatan penting bagi para pemuda untuk lebih peka terhadap akar permasalahan sosial di lapangan.

Baca juga: BERITA POPULER- 3 Kriteria Menteri yang Kena Reshuffle, Harga BBM 18 April, Putra Aceh Jadi Kajatisu

Pengembangan kapasitas pemuda

Kepedulian generasi muda Aceh terhadap isu ini terbukti sangat besar. Meski panitia awalnya hanya menyediakan kuota untuk 30 orang, jumlah peserta yang hadir membeludak hingga lebih dari 60 orang. 

Lonjakan partisipasi ini mencerminkan tingginya semangat pemuda dalam mengambil peran sebagai agen perubahan.

“Forum diskusi seperti ini sangat penting sebagai ruang pengembangan kapasitas pemuda, baik dalam penguatan soft skill maupun dalam memahami isu-isu aktual di Aceh," ujar Harir Rizky Tullah, Founder Ruang Lingkup.

Harir berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. 

Dengan adanya ruang komunikasi yang konsisten, diharapkan pemuda Aceh semakin responsif dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang ada di tengah masyarakat.(*)

Baca juga: Ruang Lingkup Kembali Salurkan Bantuan Paket Belajar dan Mushaf Alquran untuk Korban Banjir di Pijay

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved