Masalah SDM Aceh Bukan Sekadar Skill, Tapi Mindset
Seminar di UIN Ar-Raniry ajak anak muda Aceh berani memulai usaha, membangun relasi, dan tak takut gagal.
Oleh: Miska Usrina mahasiswi UIN Ar-Raniry Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Banyak orang beranggapan sulitnya mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki skill yang cakap, padahal tidak sedikit dari pengangguran yang menyandang title dibelakang namanya. Hal ini menunjukkan bahwa sarjana bukan penentu kesuksesan seseorang.
Di Aceh sendiri, banyak anak muda yang masih takut untuk memulai hanya karena tidak memiliki relasi, modal dan skill. Seorang pengusaha muda asal Bireun, bernama Raja Khatami di dalam seminar nya “ pengangguran di Aceh meningkat “ yang di adakan di aula fakultas dakwah dan komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengatakan “jangan fokus terhadap pemasukannya dulu, di masa kuliah saya pengen teman-teman semua fokus terhadap usahanya.”
Hal yang membuat anak-anak muda sekarang tidak berkembang ialah mindset nya sendiri, mereka berpikir bahwa untuk memulai sebuah usaha itu harus memiliki skill yang benar-benar matang, padahal dengan kemauan kita untuk memulai sudah membentuk satu anak tangga menuju masa depan yang cemerlang.
Baca juga: Mayoritas Wilayah Subulussalam Hari Ini 25 Mei 2026 Berawan, Satu Kecamatan Cerah
Mau mulai, tapi relasi kurang
Untuk mencari relasi dibutuhkan ilmu komunikasi yang memadai, cara kita berbicara itu menyesuaikan dengan komunikan. Seperti yang diungkapkan raja “ Ketika berhadapan dengan anak-anak harus ada sincerity, dengan remaja be part of them, dengan orang dewasa be reasonable, dengan orang tua be respectful”. Inilah ilmu yang raja terapkan selalu dalam bisnis dan kehidupannya.
Relasi tidak akan datang dengan sendirinya menghampiri kita, tapi kitalah yang harus memiliki kemauan untuk bergerak maju, dengan begitu relasi akan mulai terbentuk seiring berjalannya waktu.
Banyak anak muda yang memilih diam hanya karena takut gagal, terlalu memikirkan hal yang belum tentu terjadi sehingga menghambat perkembangan dan terus berada di zona nyaman, justru kegagalan merupakan proses dari keberhasilan. Semakin takut gagal, semakin sulit pula berkembang dan bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Anak muda perlu memahami bahwa proses lebih penting dari rasa takut akan kegagalan, nikmati setiap proses, kegagalan dan jerih payahnya karena pepatah mengatakan “usaha tidak akan mengkhianati hasil.”
Salah satu solusi agar anak muda lebih berani memulai usaha adalah dengan mengubah pola pikir bahwa bisnis tidak harus dimulai dengan modal besar dan kemampuan yang sempurna. Anak muda perlu mulai membiasakan diri mencoba hal-hal kecil sesuai kemampuan yang dimiliki. Selain itu, lingkungan yang mendukung juga sangat penting karena dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi untuk berkembang.
Kampus maupun komunitas juga dapat menjadi tempat belajar dan membangun relasi bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Dengan keberanian mencoba, kemauan belajar, dan konsistensi dalam berproses, peluang untuk berkembang akan terbuka dengan sendirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahasiswa-dan-peserta-seminar-berfoto-bersama-usai-kegiatan-bertajuk.jpg)