Jumat, 8 Mei 2026

Kesehatan

Anak Sering Makan Manis? Ini 5 Risiko Konsumsi Gula Berlebih yang Wajib Diwaspadai Orangtua

Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis juga cenderung menunjukkan perubahan perilaku.

Tayang:
Editor: Amirullah
KOMPAS.COM
5 Risiko Konsumsi Gula Berlebih pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua 

SERAMBINEWS.COM - Hampir semua anak memiliki ketertarikan tinggi terhadap makanan manis, mulai dari donat, permen, cokelat, hingga es krim dan berbagai camilan manis lainnya.

Rasa manis kerap membuat makanan terasa lebih lezat dan menarik bagi anak-anak, sehingga tidak jarang menjadi pilihan favorit dalam keseharian mereka.

Namun di balik rasa yang disukai, konsumsi makanan manis secara berlebihan justru dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan anak.

Meski gula berperan sebagai salah satu sumber energi bagi tubuh, kandungan nutrisinya tergolong rendah dan tidak menyediakan zat gizi penting yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Konsumsi gula yang terlalu sering dapat memicu pola makan tidak sehat. Anak menjadi lebih sulit mengendalikan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis dan cenderung memilih camilan tinggi gula dibandingkan makanan bergizi.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan ketergantungan terhadap gula.

Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis juga cenderung menunjukkan perubahan perilaku.

Mereka bisa menjadi lebih mudah rewel, cepat merasa lelah, hingga mengalami perubahan suasana hati ketika tidak mendapatkan asupan gula.

Kondisi ini sering kali membuat orangtua kesulitan dalam membatasi konsumsi makanan manis pada anak.

Berikut beberapa bahaya terlalu sering memberikan manis makanan manis pada si kecil yang perlu diwaspadai: 

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Makanan manis umumnya tinggi kalori namun minim nutrisi. 

Jika dikonsumsi secara berlebihan, kelebihan energi dari gula akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak. 

Semakin sering anak mengonsumsi makanan manis, semakin besar pula risiko berat badan berlebih dan obesitas sejak usia dini.

2. Memicu Penyakit Kronis

Asupan gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, gangguan kadar lemak darah, hingga diabetes tipe 2. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Menyebabkan Kerusakan Gigi

Gula yang menempel di gigi dapat bercampur dengan bakteri di dalam mulut. 

Jika tidak dibersihkan dengan baik, kondisi ini dapat memicu kerusakan gigi, termasuk gigi berlubang. 

Masalah gigi pada anak tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat mengganggu proses makan dan kenyamanan sehari-hari.

4. Mengganggu Perkembangan Kognitif

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi minuman dan makanan tinggi gula berhubungan dengan penurunan kemampuan konsentrasi dan daya pikir anak. 

Asupan gula berlebih dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memahami informasi, berkomunikasi secara verbal, serta memecahkan masalah.

5. Memengaruhi Perilaku Anak

Lonjakan gula darah akibat manis'>makanan manis dapat membuat anak menjadi lebih hiperaktif dan sulit tenang. 

Setelah efek gula menurun, anak juga bisa menjadi mudah lelah, murung, atau sulit fokus. Kondisi ini dapat memengaruhi perilaku dan aktivitas belajar anak.

Untuk mengurangi dampak tersebut, orangtua disarankan membatasi pemberian manis'>makanan manis dan menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat, seperti buah-buahan dengan rasa manis alami. 

Dengan pola makan yang lebih seimbang, kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terjaga secara optimal.

 

Artikel ini telah tayang di TribunHealth.com dengan judul 5 Risiko Konsumsi Gula Berlebih pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved