Kesehatan
Seksolog dr Boyke Ungkap Risiko Hamil di Atas 40 Tahun, Harus Siap
Dr Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa kehamilan pada usia tersebut memungkinkan, namun membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
“Penentunya bukan dari pihak perempuan, tapi dari sperma laki-laki. Ada sperma X yang akan menghasilkan anak perempuan, dan sperma Y yang menghasilkan anak laki-laki,” jelas dr Boyke dikutip Serambinews.com, Selasa (6/1/2025) dari YouTube Kacamata dr Boyke.
Perbedaan Sperma X dan Sperma Y
Menurut dr Boyke, kedua jenis sperma ini memiliki karakter yang berbeda.
Sperma Y (laki-laki) berukuran lebih kecil, bergerak lebih cepat, dan menyukai suasana basa.
Baca juga: Sperma Bisa Berenang 3 Meter? Cek 10 Mitos Seks & Kehamilan yang Ternyata Salah! Ini Kata dr Boyke
Sementara sperma X (perempuan) bergerak lebih lambat, ukurannya lebih besar, dan lebih tahan pada suasana asam.
Perbedaan inilah yang kemudian menjadi dasar berbagai upaya alami untuk meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin tertentu.
Upaya Alami Jika Ingin Anak Laki-laki
Jika pasangan menginginkan anak laki-laki, dr Boyke menyebut ada beberapa hal yang sering disarankan:
- Pola makan ayah dan ibu
Selama sekitar tiga bulan, pihak ayah dianjurkan lebih banyak mengonsumsi daging-dagingan. Sementara ibu dianjurkan memperbanyak konsumsi sayuran.
- Menjaga suasana vagina tetap basa
Sekitar 15 menit sebelum berhubungan intim, vagina dapat dibilas dengan larutan air dan sedikit baking soda untuk menciptakan kondisi yang lebih basa.
- Waktu berhubungan intim
Hubungan seksual disarankan dilakukan tepat saat ovulasi, karena sperma Y yang lebih lincah berpeluang lebih cepat membuahi sel telur.
“Secara teori, peluangnya bisa mencapai 70 hingga 80 persen, tapi tetap tidak bisa dijamin 100 persen,” ujar dr Boyke.
Jika Menginginkan Anak Perempuan
Sebaliknya, bagi pasangan yang menginginkan anak perempuan, langkahnya dilakukan dengan pendekatan yang berlawanan:
- Pola makan
Ayah dianjurkan lebih banyak mengonsumsi sayuran, sementara ibu dianjurkan lebih banyak mengonsumsi daging-dagingan selama tiga bulan.
- Menciptakan suasana asam
Sebelum berhubungan intim, vagina dapat dibilas dengan air yang dicampur sedikit cuka dapur untuk membantu menciptakan suasana asam.
- Waktu hubungan intim
Hubungan seksual dilakukan sekitar dua hari sebelum ovulasi, sehingga sperma Y yang lebih cepat cenderung mati lebih dulu dan sperma X yang lebih kuat bertahan hingga ovulasi terjadi.
Tetap Tak Bisa Memaksa Kehendak Tuhan
Meski berbagai cara alami tersebut sering dibahas, dr Boyke menegaskan bahwa semua itu hanyalah ikhtiar. Hasil akhirnya tetap berada di tangan Tuhan.
| 11 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Bisa Jadi Sumber Kuman & Ganggu Kesehatan |
|
|---|
| 7 Ciri-ciri Diabetes yang Semakin Parah dan Sering Tak Disadari, Waspadai Sebelum Terlambat |
|
|---|
| 8 Kebiasaan Kecil yang Bantu Turunkan Berat Badan Tanpa Diet, Lebih Realistis dan Mudah Dilakukan |
|
|---|
| 7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Mata, Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam dan Optimal |
|
|---|
| Sering Bersin di Pagi Hari? Bukan Flu, Ini 5 Penyebab yang Sering Tak Disadari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-Boyke-Ungkap-4-Resolusi-Sehat-Sambut-Tahun-Baru.jpg)