Rabu, 22 April 2026

Lifestyle

Lima Perubahan Gaya Hidup Sederhana yang Terbukti Membantu Hidup Lebih Lama dan Sehat

Sering lupa menaruh kunci atau janji kecil kerap dianggap sebagai tanda wajar bertambahnya usia.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
freepik/stockking
ilustrasi olahraga pagi hari, salah satu cara untuk meningkatkan energi di pagi hari (freepik/stockking) 

Lima Perubahan Gaya Hidup Sederhana yang Terbukti Membantu Hidup Lebih Lama dan Sehat

SERAMBINEWS.COM- Sering lupa menaruh kunci atau janji kecil kerap dianggap sebagai tanda wajar bertambahnya usia.

Banyak orang percaya bahwa penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir adalah bagian tak terhindarkan dari penuaan.

 Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan kognitif tidak selalu menjadi nasib pasti di usia lanjut.

Para ilmuwan menemukan bahwa otak manusia mengalami beberapa fase penting sepanjang hidup.

Baca juga: Minum Jus Seledri di Pagi Hari, Ini Manfaatnya bagi Jantung dan Pencernaan

Studi menunjukkan adanya titik perubahan besar pada usia sekitar sembilan, 32, 66, dan 83 tahun. 

Meski proses pembentukan koneksi antar sel saraf melambat seiring waktu, para ahli menegaskan bahwa otak tetap dapat dilatih dan dilindungi, bahkan hingga usia lanjut.

Berbagai riset besar membuktikan bahwa gaya hidup aktif secara mental, fisik, dan sosial dapat membantu menunda penurunan kognitif serta mengurangi risiko demensia.

Aktivitas seperti belajar, bersosialisasi, bekerja, dan melakukan hobi membangun apa yang disebut sebagai cadangan kognitif, yakni kemampuan otak untuk tetap berfungsi meski mengalami perubahan akibat penuaan.

Baca juga: Kecepatan Berjalan Bisa Ungkap Usia Otak dan Kesehatan Tubuh

Berikut lima perubahan gaya hidup sederhana yang didukung sains untuk membantu hidup lebih lama dan sehat:

Pertama, terus belajar hal baru

Mempelajari keterampilan baru, seperti bahasa asing atau berkebun, terbukti merangsang berbagai bagian otak.

Penelitian menunjukkan bahwa belajar bahasa baru dapat menunda munculnya gejala Alzheimer hingga lima tahun.

Aktivitas baru memaksa otak membentuk jalur saraf baru, sehingga meningkatkan ketahanan kognitif.

Kedua, penuhi kebutuhan nutrisi otak.

Pola makan kaya buah dan sayuran berwarna membantu menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan otak.

 Asupan serat yang cukup terbukti meningkatkan fungsi otak hanya dalam waktu beberapa bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved