Kesehatan
6 Cara Agar Protein Diserap Maksimal oleh Tubuh, Jangan Asal Makan Tinggi Protein
Protein punya peran penting bagi tubuh, mulai dari membangun otot, menjaga metabolisme, hingga mendukung kesehatan secara keseluruhan.
TRIBUNHEALTH.COM – Protein punya peran penting bagi tubuh, mulai dari membangun otot, menjaga metabolisme, hingga mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Namun, manfaat itu tidak akan terasa maksimal jika tubuh tidak mampu menyerap protein dengan baik.
Banyak orang sudah merasa cukup dengan mengonsumsi makanan tinggi protein.
Padahal, proses penyerapan di dalam tubuh juga sangat menentukan.
Jika sistem pencernaan tidak bekerja optimal, protein yang masuk bisa saja tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Kesehatan usus menjadi kunci utama dalam proses ini.
Di sinilah protein dipecah menjadi asam amino agar bisa digunakan tubuh untuk energi, perbaikan sel, hingga menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
“Pencernaan yang baik adalah kunci untuk mendapatkan manfaat ini,” jelas Karishma Chawla.
“Asam lambung dan enzim sangat penting untuk memecah protein dari makanan seperti telur, ayam, paneer, dan kacang-kacangan.”
“Jika kadar asam lambung rendah, protein mungkin tidak dapat dipecah secara efisien. Seiring waktu, pencernaan yang buruk dapat menyebabkan kelelahan, pemulihan otot yang lambat, dan bahkan kekurangan nutrisi,” lanjutnya.
Tanda Tubuh Tidak Menyerap Protein dengan Baik
Ada beberapa sinyal yang sering muncul saat tubuh kesulitan menyerap protein.
Gejalanya kadang dianggap sepele, padahal bisa berdampak jangka panjang.
- Perut kembung atau terasa berat setelah makan tinggi protein
- Rambut rontok atau menipis
Kuku mudah rapuh - Ketidakseimbangan hormon
- Pemulihan otot terasa lebih lama setelah olahraga
- Tubuh mudah lelah meski asupan makanan cukup
- Sering mengidam makanan manis
- Daya tahan tubuh menurun atau luka lama sembuh
Tips Agar Penyerapan Protein Lebih Optimal
Agar manfaat protein benar-benar terasa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Atur porsi konsumsi protein
Daripada makan protein dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik dibagi.
Idealnya sekitar 20–30 gram setiap 3–4 jam agar tubuh lebih mudah mencerna dan menyerapnya.
2. Pilih sumber protein berkualitas
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
| Diabetes di Indonesia Bak Gunung Es, Jutaan Orang Belum Terdeteksi |
|
|---|
| 4 Cara Mengatasi Bau Kaki, Ampuh Hilangkan Bau Tak Sedap dan Tingkatkan Percaya Diri |
|
|---|
| 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-tinggi-protein-berikut-tanda-tanda-tubuh-kelebihan-protein-kompascom.jpg)