Rabu, 8 April 2026

Masak Mi saat Mancing di Pantai, Warga Blitar Ini Bernasib Tragis

Saat sedang memasak, tak disangka tiba-tiba datang ombak besar dan menghantamnya sehingga korban belum sempat mencicipi masakannya

Editor: Amirullah
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ/ rajaupdatenews
Lokasi batu karang tempat korban memancing sebelum dihantam ombak di Pantai Watu Mejo. Pemancing ini hanyut saat asyik masak mie. 

Laporan Waratawan Tribun Jatim, Imam Taufiq

SERAMBINEWS.COM, BLITAR - Lapar berujung petaka.

Seorang pemancing hanyut diterjang ombak pantai selatan Blitar saat sedang asyik memasak mie, Minggu (10/7/2022) petang.

Saat sedang memasak, tak disangka tiba-tiba datang ombak besar dan menghantamnya sehingga korban belum sempat mencicipi masakannya karena keburu hilang ditelan ombak besar.

Korbannya adalah Mufid (29), warga Dusun Sumbersari, Desa Tumpak Oyot, Kecamatan Bakung. Ia terseret ombak ketika memancing di Pantai Watu Mejo, yang satu kawasan dengan Pantai Pangi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung.

Namun, hingga Senin (11/7/2022) siang, korban belum ditemukan meski sudah dicari oleh tim SAR, BPBD setempat, bersama para nelayan.

"Ini kami lagi di pantai, untuk melakukan pencarian korban. Kemungkinan, korban belum terseret jauh dari TKP sehingga masih kami lakukan pencarian sebatas di sekitar TKP (1 km dari bibir pantai. Namun, kami belum menemukannya," kata AKP Zainal Arifin, Kapolsek Bakung.

Baca juga: Sudah Tinggi Jago Pula, Pemain asal Liga Jerman Ini Jadi Incaran Manchester United

Baca juga: Brigadir Yosua Gagal Menikah dalam Waktu Dekat, Tewas Ditembak Rekannya di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Menurutnya, korban bukan sendirian saat mengalami musibah yang tak diperkirakan sebelumnya itu. Namun, ia berangkat memancing dengan dua teman sekampungnya. Yakni, Yuda (29) dan Ali (31).

Mereka mengendarai dua sepeda motor dan korban dibonceng oleh Ali. Mereka tiba di pantai yang jadi tempat favorit para pemancing itu habis Dhuhur.

Mungkin, sudah biasa memancing di lokasi itu sehingga tahu tempat yang enak buat melempar kailnya.

"Dari lokasi pintu masuk Pantai Pangi (yang ada deretan para penjual makanan atau sekitar tujuh warung iu masih ke timur lagi atau sekitar 300 meter," paparnya.

Lokasinya ya sederetan dengan Pantai Pangi namun bukan di tempat yang biasa didatangi wisata. Kalau di lokasi yang biasa dipakai bermain wisatawan itu tepi pantainya datar sehingga tak cocok buat melempar kali.

Sementara Pantai Pangi sudah cukup dikenal karena selalu ramai didatangi wisatawan.

Meski jaraknya sekitar 45 km dari Kota Blitar namun pantai Pangi selalu jadi destinasi karena airnya cenderung kebiruan, pasirnya putih dan lembut. Terus, ada banyak panorama lainnya, ada telaga di tepi ppantai itu.

Karena airnya cukup landai sehingga tak cocok buat memancing. Korban dan kedua temannya itu mencari tempat yang agak ke timur dari Pantai Pangi.

Baca juga: Nasib Kru TV yang Dorong Ruben Onsu sampai Jatuh, Suami Sarwendah Bereaksi

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved