Selasa, 14 April 2026

Berita Internasional

Update Perang Iran Hari ke 38: Ultimatum 24 Jam Donald Trump Ancam Infrastruktur Iran

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi pada hari ke-38 konfrontasi militer yang melibatkan

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa faktor dendam pribadi turut memengaruhi keputusannya melancarkan serangan terhadap Iran. 

Update Perang Iran Hari ke 38: Ultimatum 24 Jam Donald Trump Ancam Infrastruktur Iran

SERAMBINEWS.COM-  Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi pada hari ke-38 konfrontasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dunia kini menanti dengan cemas saat tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, semakin mendekat.

Dilansir melalui kantir berita Aljazeera (6/4/2026), melalui unggahan kontroversial di platform Truth Social, Trump memberikan peringatan keras kepada Teheran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh atau menghadapi kehancuran total pada infrastruktur sipilnya.

Tenggat waktu tersebut ditetapkan pada Selasa, 7 April 2026, pukul 20.00 waktu setempat (tengah malam GMT).

Baca juga: Sumpah Serapah Trump, Selasa Ini Janjikan Neraka untuk Iran, Ancam Mengebom Listrik & Jembatan

Dampak Serangan di Jantung Teheran

Laporan dari media lokal Iran menyebutkan bahwa serangan udara gabungan AS-Israel telah menghantam area sensitif di dekat Universitas Teknologi Sharif, Teheran.

 Serangan ini merusak sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang memicu kelangkaan bensin akut di lingkungan sekitar universitas.

Kantor berita Tasnim juga melaporkan kerusakan pada masjid universitas akibat ledakan tersebut.

Tragedi kemanusiaan dilaporkan terjadi di wilayah Baharestan, Teheran, di mana kantor berita Fars mengonfirmasi tewasnya enam anak di bawah usia 10 tahun akibat serangan udara di kawasan pemukiman.

Secara total, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan semalam.

 Selain itu, fasilitas air berat Khondab milik Organisasi Energi Atom Iran juga lumpuh total setelah dihantam serangan pada akhir Maret lalu, sebuah tindakan yang dikutuk Teheran sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan dan sains."

Baca juga: Rumor Donald Trump Dirawat di Rumah Sakit, Gedung Putih Buka Suara

Eskalasi di Teluk dan Front Utara Israel

Di luar wilayah Iran, Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka di Fujairah berhasil mencegat ancaman rudal dan drone yang diduga dikirim oleh Iran.

Sebuah drone dilaporkan sempat mengenai gedung milik perusahaan telekomunikasi Du, sementara pecahan peluru melukai seorang warga negara Ghana di Abu Dhabi.

Penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa tercapai jika akses Selat Hormuz dijamin dan program nuklir serta rudal Iran dapat dikendalikan.

Sementara itu, Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan. Militer Israel dilaporkan telah merebut dan menghancurkan beberapa desa di perbatasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved