Perang Gaza
Bahas Keputusan Menyerang Iran, Kabinet Perang Israel Hari Ini Bertemu, Ini Respons Iran
Netanyahu mengadakan rapat kabinet perang sebelum rapat keamanan, namun tidak ada pernyataan yang dikeluarkan mengenai sifat tindakan potensial terhad
SERAMBINEWS.COM - Otoritas penyiaran Israel mengatakan bahwa kabinet keamanan akan mengambil keputusan tentang bagaimana bereaksi terhadap respons militer Iran hari ini.
Kabinet juga mendelegasikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Keamanan Yoav Gallant, dan Menteri Benny Gantz untuk merumuskan keputusan.
Hari ini, kabinet Israel diperkirakan akan bertemu untuk memutuskan tanggapan, kata juru bicara Angkatan Darat Israel.
“Pemerintah akan bersidang hari ini dan mereka akan mengambil keputusan, dan mereka akan memberikan instruksi kepada militer,” kata Letkol Peter Lerner kepada Sky News .
Netanyahu mengadakan rapat kabinet perang sebelum rapat keamanan, namun tidak ada pernyataan yang dikeluarkan mengenai sifat tindakan potensial terhadap Iran.
Menurut surat kabar Israel, Maariv , “akan ada respons yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Israel meminta pertemuan darurat DK PBB
Entitas pendudukan sebelumnya mengumumkan bahwa mereka akan menyerang wilayah Iran jika tanggapan Republik Islam secara langsung menargetkan “Israel”.
Menyusul tanggapan besar-besaran Iran, Israel meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk Teheran dan memasukkan Korps Pengawal Revolusi Iran ke dalam “organisasi teroris.”
Seorang komandan senior IRGC memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Minggu bahwa setiap serangan di tanah Iran akan mendapat respons dengan kekuatan dua kali lipat.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengungkapkan bahwa Republik Islam memiliki kapasitas untuk melakukan serangan rudal dan drone yang “puluhan kali” lebih besar, namun memilih untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran dan terbatas.
"Namun, jika Israel membalas terhadap Iran, respon kami selanjutnya tentu akan jauh lebih luas dari operasi ini,” lanjutnya.
Bagheri juga menyebutkan bahwa Teheran memperingatkan Amerika Serikat melalui Swiss untuk tidak mengambil bagian atau memfasilitasi potensi serangan Israel terhadap Iran, jika tidak maka pasukan dan pangkalannya di wilayah tersebut tidak akan aman, katanya.
Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan bahwa operasi yang menargetkan Israel, yang dijuluki “Janji Sejati,” terjadi setelah “diam dan mengabaikan” organisasi internasional mengenai serangan terhadap konsulat dan pembunuhan anggota seniornya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dewan Keamanan PBB juga gagal mengutuk agresi Israel atau menghukum entitas tersebut sesuai dengan Pasal 7 Piagam PBB.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kabinet-perang-6.jpg)