Banda Aceh
Perkuat Peran Mahasiswa Kesehatan, Newcomers CIMSA FK USK Gelar 6 Program Edukasi Terpadu
CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan pengembangan kapasitas yang...
Ringkasan Berita:
- CIMSA FK Universitas Syiah Kuala menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan pengembangan kapasitas melalui program magang Newcomers pada 17–18 Januari 2026 secara daring.
- Kegiatan ini mencakup isu kesehatan seksual dan reproduksi, kebencanaan, penelitian, gizi pascabencana, kesehatan mental, hingga Global Health.
- Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, CIMSA FK USK menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta pemberdayaan generasi muda.
SERAMBINEWS.COM - CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan pengembangan kapasitas yang merupakan bagian dari program magang Newcomers CIMSA, 17-18 Januari 2026.
Kegiatan ini berfokus pada isu kesehatan masyarakat, kebencanaan, penelitian, kesehatan mental, kesehatan seksual dan reproduksi, gizi pascabencana, serta Global Health. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.
Pada 17 Januari 2026, CIMSA FK USK melalui program magang Newcomers menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi bertema “FLASH: Facts Leading Awareness on Sexual Health”.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai siswa SMA. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta kemampuan perlindungan diri terhadap risiko kekerasan seksual dan menjaga kesehatan reproduksi di era digital.
Kegiatan inti berupa grand lecture yang disampaikan oleh dr. Devi Fitriani, M.K.M., dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot, serta Focus Group Discussion (FGD) dalam kelompok kecil untuk mendorong pemahaman aplikatif peserta.
Masih pada Sabtu, 17 Januari 2026, CIMSA FK USK melalui rangkaian kegiatan magang Newcomers juga melaksanakan kegiatan “COMMISSURA: Collaborative Medical Mission for Disaster, Public Health & Resilient Action” yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan metodologis penelitian ilmiah, baik penelitian primer maupun sekunder, serta melatih peserta dalam menyusun dan mempresentasikan mini project penelitian sederhana terkait isu kesehatan dan kebencanaan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. dr. Tristia Rinanda, M.Si., yang membahas perumusan pertanyaan penelitian, penyusunan hipotesis, penelusuran literatur ilmiah, serta pengenalan systematic review dan meta-analysis. Kegiatan dilanjutkan dengan FGD penyusunan mini project dan presentasi hasil diskusi kelompok.
Lalu CIMSA FK USK melalui program magang Newcomers turut menyelenggarakan kegiatan HUMERUS (Holistic Understanding of Medical Review Universal Healthcare) dengan tema “Linking People to Better Healthcare Opportunities” dan juga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Aceh.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dan bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai Universal Health Coverage (UHC), khususnya implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.
Materi disampaikan oleh Zhafran Trashadi, S.Ked., dan Abdurrahman, S.Kep., M.M., yang membahas konsep Global Health, perbedaan Global Health dengan Public Health dan International Health, serta isu dan tantangan penerapan UHC di Indonesia. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta evaluasi akhir.
Selanjutnya pada Minggu, 18 Januari 2026, CIMSA FK USK melalui program magang Newcomers melaksanakan webinar bertajuk SAFE (Strategic Action for Flood Emergency) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai pemulihan pascabencana dan mitigasi bencana banjir.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan diikuti lebih oleh 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.
Webinar diawali dengan pemaparan materi “Flood Recovery and Community Resilience” oleh Fazli, SKM., M.Kes., Analis Kebencanaan Ahli Madya Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), yang membahas pemulihan pascabencana, mitigasi bencana, sanitasi lingkungan, serta peran masyarakat dalam membangun ketangguhan komunitas.
Materi kedua disampaikan oleh dr. Andhika Citra Buana mengenai tantangan kesehatan pascabanjir, dukungan kesehatan mental, serta pencegahan penyakit menular pascabanjir. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Pada Minggu, 18 Januari 2026, CIMSA FK USK melalui program magang Newcomers juga menyelenggarakan kegiatan edukasi gizi pascabencana bertema “Permasalahan Gizi pada Korban Bencana (TANGGAP)” yang bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh.
Kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta dari masyarakat umum. Materi disampaikan oleh dr. Marisa, M.Gizi, Sp.GK., yang membahas gizi pascabencana dengan fokus pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pentingnya perencanaan bantuan gizi dalam situasi darurat.
Baca juga: 5 Mahasiswa FK USK Ikut Pertukaran Pelajar ke Berbagai Negara, Rumania hingga Mesir
Masih pada hari itu, CIMSA FK USK melalui rangkaian kegiatan magang Newcomers melaksanakan kegiatan talkshow kesehatan mental bertema “Zen-Fomo (Zillenial Empowerment for Nurturing Focus, Output, Mind, & Overall Wellness)”.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kesehatan dari berbagai latar belakang dan bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mengelola peristiwa FOMO (Fear of Missing Out) yang relate pada anak muda dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan mental dan fisik dalam menghadapi tekanan akademik, klinik, dan sosial.
Talkshow menghadirkan Dr. dr. Nur Wahyuniati, M.Imun., Wenny Aidina, M.Psi., serta Ns. Noraliyatun Jannah, M.Kep., dan berlangsung dalam format diskusi interaktif.
Melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 17–18 Januari 2026 tersebut, CIMSA FK USK menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi aktif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan kesiapsiagaan bencana, pengembangan kapasitas penelitian, serta pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat sebagai agen perubahan.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan serta mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang inklusif, tangguh, dan berbasis bukti di Indonesia.(rel/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CIMSA-FK-USK-gelar-6-Kegiatan-Edukatif.jpg)