Sabtu, 9 Mei 2026

Amalan Hari Jumat

Amalan Hari Jumat, Membaca Surat Al Kahfi dan Simak Keutamaannya

Memperbanyak membaca shalawat di hari Jumat adalah amalan yang sangat dianjurkan. Sebagaimana tertuang pada buku

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nur Nihayati
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Surat Al-Kahfi - Berikut informasi amalan dan keutamaan ibadah di hari Jumat. 

 

SERAMBINEWS.COM - Sedikitnya ada tujuh amalan bisa dikerjakans sebelum berangkat menunaikan shalat Jumat.

Hal sunah itu jangan dilewatkan setiap datangnya hari Jumat. Mempersiapkan diri lebih baik dari sebelumnya.

Hari Jumat adalah hari paling mulia dalam Islam, disebut sayyidul ayyam (penghulu segala hari). 

Pada hari ini umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah karena pahala dilipatgandakan, doa lebih mustajab, dan terdapat kewajiban khusus yaitu shalat Jumat bagi laki-laki.

Hari Jumat merupakan hari yang sangat istimewa dalam Islam. Disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” atau rajanya hari-hari, hari ini memiliki keutamaan besar.

Allah SWT berfirman dalam Alquran:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu’ah: 9)

Selain menunaikan shalat Jumat, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari ini, beberapa di antaranya:

1. Mandi sunnah sebelum shalat Jumat

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum menunaikan shalat Jumat adalah mandi. 

Hal tersebut tertera dalam buku Panduan Amalan Hari Jumat karya Mahmudin, halaman 106, di dalamnya beliau mengutip Hadist Nabi Muhammad SAW menegaskan:

عن سَلْمَان الْفَارِسِيّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَتَطَهَّرَ بِمَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ثُمَّ ادَّهَنَ أَوْ مَسَّ مِنْ طِيبٍ ثُمَّ رَاحَ فَلَمْ يُفَرِّقْ بَيْنَ اثْنَيْنِ فَصَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ إِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ أَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved