Banjir Landa Aceh
Pemko Banda Aceh Sidak 3 Pasar, Pastikan 1,5 Ton Cabai dari Medan akan Dikirim Lewat Udara
Pengiriman melalui jalur udara dipilih karena jalur darat saat ini tidak memungkinkan akibat banyaknya ruas jalan yang rusak dan terputus.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Pemko Banda Aceh Sidak 3 Pasar, Pastikan 1,5 Ton Cabai dari Medan Akan Dikirim Lewat Udara
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat menanggapi kelangkaan dan lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi akibat bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah Aceh.
Terganggunya distribusi barang terutama di jalur lintas Medan–Banda Aceh membuat harga beberapa komoditas naik signifikan di pasaran.
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pasar utama di Banda Aceh, yakni Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng pada Jumat (28/11/2025).
Sidak tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang.
“Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang,” kata Jalaluddin.
Ia menjelaskan bahwa salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga tertinggi adalah cabai, yang menembus Rp160 ribu hingga Rp 300 per kilogram.
Baca juga: Ekses Banjir Aceh, Harga Sembako Naik Ugal-ugalan, Cabe Merah Rp 300 Ribu Per Kilogram
Untuk mengatasi kelangkaan sekaligus menstabilkan harga, Pemko Banda Aceh telah berkoordinasi dengan Dinas Pangan Aceh guna menambah suplai dari luar daerah.
“Melalui koordinasi tersebut, dipastikan bahwa dalam waktu dekat akan masuk pasokan cabai sebanyak 1,5 ton dari Medan yang dikirim melalui transportasi udara,” ujarnya.
Pengiriman melalui jalur udara dipilih, kata Jalaluddin, karena jalur darat saat ini tidak memungkinkan akibat banyaknya ruas jalan yang rusak dan terputus.
Dikatakannya, harga kebutuhan pokok lainnya yang juga mengalami kenaikan yaitu telur ayam ras dari harga Rp27.500 per kilogram menjadi Rp37.500 per kilogram, kemudian minyak goreng curah naik dari Rp16.000 per liter menjadi Rp18.000 per liter.
“Diharapkan harga akan kembali stabil pada saat supply chain logistic berjalan normal,” kata Jalaluddin.
Pemko Banda Aceh berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap aman
Sementara itu, kata Jalaluddin lain seperti beras, gula, dan beberapa kebutuhan masih stabil dalam Harga Eceran Tertinggi (HET), data diperoleh dari hasil Survei di Pasar Al-Mahirah dan Pasar Setui.
Kata Jalaluddin, untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pemko Banda Aceh akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada pekan depan sebanyak 3.000 paket sembako akan disalurkan melalui dua kali pelaksanaan kegiatan.
“Harapan kita, gerakan pangan murah ini dapat membantu masyarakat sekaligus menstabilkan harga-harga di pasaran,”ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tumpah ke Jalan di Lhokseudu Aceh Besar
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wali-Kota-Banda-Aceh-memantau-langsung-lokasi-terdampak-banjir-di-Asrama-Guru.jpg)