Banjir Landa Aceh
Ekses Banjir, Mobiler dan Alat Elektronik di Belasan Sekolah di Lhokseumawe Rusak
Banjir sudah surut di Kota Lhokseumawe. Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe telah menetapkan bahwa mulai Senin...
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Banjir di Kota Lhokseumawe telah surut dan Dinas Pendidikan menetapkan kegiatan belajar mengajar kembali aktif mulai Senin (1/12/2025) setelah sebelumnya diliburkan empat hari.
- Meski tidak ada kerusakan fisik bangunan sekolah, belasan sekolah mengalami kerusakan mobiler dan perangkat elektronik dengan total kerugian mencapai Rp21 miliar.
- Proses belajar tetap berjalan sesuai jadwal, termasuk ujian semester, sementara sekolah diminta gotong royong dan pendataan guru serta murid terdampak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Banjir sudah surut di Kota Lhokseumawe. Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe telah menetapkan bahwa mulai Senin (1/12/2025) besok, aktifitas belajar mengajar di sekolah mulai aktif kembali.
Untuk diketahui, aktifitas belajar mengajar di Kota Lhokseumawe sejak Rabu (27/11/2025) sampai dengan Sabtu (29/11/2025) kemarin, sempat diliburkan total.
Menyusul sejumlah sekolah tergenang banjir dan ruas jalan yang menuju ke sekolah-sekolah ikut terendam air.
Namun sejak Sabtu kemarin, kondisi di zona sekolah-sekolah di Kota Lhokseumawe sudah stabil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi Yunus SKM MSM, Minggu (30/11/2025), menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh kepala sekolah
untuk mengaktifkan kembali proses belajar mengajar di sekolah masing-masing.
"Dimulai pada Senin 1 Desember 2025 ini. Karena satu hari kemudian sudah memasuki jadwal ujian semester," ujarnya
Bahkan untuk jadwal ujian semester, Yuswardi juga memastikan akan berlangsung sesuai dengan kelender akademik.
Ditanya terkait kerusakan aset-aset sekolah, Yuswardi, memastikan untuk fasilitas fisik sekolah tidak ada yang rusak karena banjir.
Namun banyak mobiler dan juga alat elektronik di belasan sekolah yang rusak.
"Ditaksir kerugian akibat kerusakan mobiler dan elektronik mencapai 21 miliar rupiah," katanya.
Namun begitu, dipastikan kalau proses belajar mengajar tetap bisa dilaksanakan kembali pada Senin besok.
Baca juga: KNPI Lhokseumawe Kecewa Banjir Aceh, Sumut & Sumbar belum Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, dua hari lalu telah mengeluarkan intruksi terkait dimulainya aktifitas belajar mengajar kembali setelah sempat diliburkan karena banjir.
Dimana diinstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk memulai proses belajar mengajar pada Senin besok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kota-Lhokseumawe-Yuswardi.jpg)