Banjir Landa Aceh
Bencana Banjir di Aceh Barat Ratusan Rumah dan Jalan Rusak, Berikut Datanya
“Kami terus bekerja di lapangan bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan masyarakat tetap aman,”
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT - Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak lima hari terakhir telah menimbulkan kerusakan luas pada rumah warga, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta sarana pendidikan di sepuluh kecamatan.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Minggu (30/11/2025), mengatakan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya Krueng Meureubo dan Krueng Woyla akibat intensitas hujan dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November.
Sejak hari pertama kejadian, debit air sungai terus meningkat dan merendam ribuan permukiman.
Beberapa fasilitas ikut terendam, termasuk Kantor Camat Sungai Mas, sementara sejumlah akses jalan menjadi sulit dilalui.
Di sejumlah titik, seperti Kajeng, air menutupi badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melewati area tersebut.
Tinggi genangan juga bervariasi, dengan Kecamatan Sungai Mas mencapai sekitar 130 cm dan Woyla Timur mencapai sekitar satu meter.
Baca juga: Beredar Via WA 400 Mayat Korban Banjir di Bandara Malikussaleh Aceh Utara, Ini Faktanya
Warga di beberapa gampong terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman, termasuk ke Gampong Kubu Capang.
Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Pante Ceureumen, dimana ruas jalan di Gampong Jambak sepanjang 400 meter putus total, dan satu kilometer lainnya mengalami kerusakan berat.
Enam rumah warga hanyut terbawa arus, sementara 17 rumah lainnya rusak.
Irigasi sekunder sepanjang 2,5 kilometer rusak, dan 17 unit hand traktor milik warga ikut terseret banjir.
Di Gampong Lawet, empat rumah rusak serta hanyut, empat hektare sawah terdampak, dan rabat beton sepanjang 20 meter ikut rusak.
Di Desa Alue Lhok, tiga rumah warga turut mengalami kerusakan.
Kerusakan pada jembatan dan akses jalan terjadi di banyak lokasi. Jembatan gantung Canggai–Jambak, jembatan Budha Suci di Sikundo, jembatan gantung Lawet, dan jembatan Kajeung–Tungkop di Sungai Mas mengalami kerusakan serius.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Posko Pengungsi di Islamic Lhokseumawe
Di beberapa lokasi seperti Pasi Janeng–Paya Baroe dan Bakat–Jawi–Sipot, longsor membuat jalan tidak dapat dilalui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-gantung-rusak-diterjang-banjir_aceh-barat.jpg)