Banjir Landa Aceh
‘Tsunami Darat’ Hantam Aceh, Prof Humam Desak Status Darurat Nasional
Bencana yang dipicu Siklon Senyar memperburuk kondisi Aceh. Akademisi Aceh, Prof Humam, menyebut dampak yang terjadi ini sebagai...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Akademisi Aceh Prof Humam menyebut dampak Siklon Senyar sebagai “tsunami darat” karena kerusakan masif yang melanda wilayah tengah, pesisir timur, hingga sebagian barat Aceh.
- Infrastruktur jebol, ratusan kilometer jalan tertimbun, puluhan ribu rumah terkubur lumpur, dan lebih dari satu juta hektare permukiman serta lahan produktif terdampak.
- Prof Humam mendesak Gubernur dan DPRA meminta Presiden menetapkan Darurat Bencana Nasional demi mobilisasi penuh sumber daya negara.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bencana yang dipicu Siklon Senyar memperburuk kondisi Aceh. Akademisi Aceh, Prof Humam, menyebut dampak yang terjadi ini sebagai “tsunami darat”, menggambarkan kehancuran masif yang melanda wilayah tengah, pesisir timur, hingga sebagian barat Aceh.
Menurut Prof Humam, istilah tersebut bukan hiperbola, melainkan gambaran terhadap kerusakan yang terjadi secara mendadak, luas, dan melumpuhkan kehidupan masyarakat Aceh.
“Ini bukan sekadar banjir, bukan sekadar longsor. Dampak Siklon Senyar adalah ‘tsunami darat’ bagi Aceh,” tegas Prof. Humam, Minggu (30/11/2025).
“Kerusakan dan jangkauannya terlalu besar untuk ditangani pemerintah provinsi sendirian,” lanjutnya.
Prof Humam memaparkan bahwa jalan dan jembatan nasional saat ini banyak yang jebol, ratusan kilometer jalan provinsi serta kabupaten tertimbun lumpur, sementara puluhan ribu rumah terkubur material setinggi 1–2 meter.
Selain itu, di pesisir timur ribuan hektare sawah tenggelam lumpur dan pasir tebal, kondisi ini memutus mata pencaharian masyarakat dalam waktu singkat.
Prof Humam juga menyebut, laporan lapangan yang ia terima menunjukkan lebih dari satu juta hektare permukiman dan lahan produktif terdampak, termasuk sejumlah desa di wilayah tengah Aceh yang kini terisolasi total.
“Kerusakan ini tidak bisa disebut bencana biasa. Semua indikator menunjukkan bahwa Aceh berada dalam kondisi yang melampaui kapasitas daerah,” ujar Prof Humam.
“Karena itu Gubernur dan DPRA tidak boleh malu, tidak boleh ragu. Mereka harus jujur mengatakan kepada Presiden bahwa Aceh butuh Darurat Bencana Nasional,” katanya.
Baca juga: Paguyuban Tathya Dharaka Akpol 2005 Kirim Ribuan Paket Sembako untuk Korban Banjir Sumatera
Ia menambahkan, penetapan status tersebut akan membuka akses penuh terhadap mobilisasi sumber daya negara, mulai dari alat berat, logistik strategis, dukungan lintas kementerian, hingga pengerahan TNI dalam skala besar.
Prof Humam juga mengajak seluruh pemimpin Aceh untuk menanggalkan rasa sungkan demi menyelamatkan rakyat yang kini menghadapi ancaman berkepanjangan.
“Bapak Presiden, Aceh benar-benar dalam keadaan darurat. Ini tsunami darat. Tolong bantu Aceh keluar dari kemelut bencana dan kemanusiaan ini,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-minta-Presiden-Prabowo-Subianto-tetapkan-bencana-nasional.jpg)