Banjir Landa Aceh
Bupati Aceh Timur: Rakyat Kami 2 Hari Tidak Makan, Bantuan Beras Diminta ke Bulog Belum Tiba
Dia menyebutkan, bantuan 200 ton beras diminta ke Badan Logistik Nasional (Bulog) belum tiba di Kabupaten Aceh Timur.
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan fakta mengejutkan soal dampak banjir yang terjadi di kawasan itu selama delapan hari terakhir.
- Dia mengaku dua hari dua malam rakyatnya tidak makan. Mereka kehabisan beras di lokasi pengungsian.
- Dia menyebutkan, bantuan 200 ton beras diminta ke Badan Logistik Nasional (Bulog) belum tiba di Kabupaten Aceh Timur.
SERAMBINEWS.COM - Kabupaten Aceh Timur berada di ambang kolaps setelah dihantam banjir besar dan tanah longsor yang melumpuhkan seluruh aspek kehidupan warga.
Pelayanan publik berhenti total, listrik padam, jaringan komunikasi mati, dan akses transportasi terputus sehingga distribusi logistik gagal dilakukan.
Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur tak mampu menjalankan fungsi koordinasi penanganan darurat.
Situasi mengerikan tersebut baru terkonfirmasi pada Sabtu (29/11/2025), setelah Pemkab menyewa perangkat Starlink untuk memulihkan komunikasi.
Bupati Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan fakta mengejutkan soal dampak banjir yang terjadi di kawasan itu selama delapan hari terakhir.
"Dua hari dua malam rakyat kami tidak makan. Mereka kehabisan beras di lokasi pengungsian. Beras sementara saya ambil di salah satu pabrik di Darul Aman, Aceh Timur. Ini segera kami distribusikan ke daerah yang bisa kami jangkau,” terang Iskandar, Minggu (30/11/2025) dikutip dari Kompastv
Dia menyebutkan, bantuan 200 ton beras diminta ke Badan Logistik Nasional (Bulog) belum tiba di Kabupaten Aceh Timur.
Dia menambahkan, banjir di sejumlah titik belum bisa dijangkau tim gabungan.
Longsor di Kecamatan Peunaron Lokop belum bisa diakses dan pengungsi kelaparan di area perbukitan.
Di sana, lima desa tenggelam dan belum bisa diakses.
“Saya kerahkan semua kekuatan di Aceh Timur. Namun mohon maaf, belum bisa terjangkau seluruhnya karena longsor dan banjir terparah di Simpang Madat, Ulim, Pante Bidari belum bisa dijangkau,” terangnya.
Dia menyebutkan listrik padam, sinyal dan internet lumpuh total.
“Kami hanya bisa akses informasi di Idi dengan bantuan internet Starlink,” pungkasnya.
Baca juga: Korban Banjir di Lamkawe Kembang Tanjong Pidie Mulai Kelaparan, Masih Minim Bantuan
Sebelumnya, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggambarkan keadaan wilayahnya sebagai “nyaris kolaps” dan tidak pernah separah ini sejak ia memimpin.
Dalam sebuah video rapat darurat bersama Forkopimkab, suasana mencekam terlihat jelas.
Al-Farlaky beberapa kali mengusap air mata saat memohon bantuan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Kita harus terus bergerak meski dengan segala keterbatasan yang ada. Kita harus bergerak," kata Al-Farlaky dengan suara bergetar.
Saat menghubungi wartawan Serambinews.com di Banda Aceh, Al-Farlaky menegaskan bahwa kondisi Aceh Timur kini lumpuh total.
Menurutnya, seluruh 24 kecamatan di daerah tersebut terdampak banjir, sebagian mengalami kerusakan ekstrem.
Baca juga: Data Resmi: Korban Banjir di Aceh Bertambah Jadi 102 Orang, 116 Jiwa Masih Hilang, Ini Sebarannya
Tiga Desa Diduga Hilang Dihantam Banjir Bandang
Bupati menjelaskan, Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Banjir bandang menghantam permukiman dan infrastruktur.
"Di Kecamatan Serbajadi kita mendapat kabar ada tiga desa yang hilang dihantam banjir bandang," ungkapnya.
Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan karena akses transportasi dan komunikasi terputus, ditambah sejumlah ruas jalan tertimbun longsor.
Al-Farlaky menyebut kondisi ini mengingatkannya pada bencana tsunami Aceh 2004, yang juga ia alami sebagai penyintas.
"Persis seperti bencana tsunami dulu," katanya.
"Jalan-jalan rusak parah, aspal terkelupas, arus air kencang dan berputar, sangat membahayakan keselamatan."
Baca juga: BNPB Drop Bantuan ke Korban Banjir Bener Meriah Pakai Heli dan Pesawat, Pemkab Klaim tidak Tahu
Logistik Menipis, Rumah Sakit Lumpuh Total
Sementara itu, akses jalan nasional Banda Aceh–Medan tak bisa ditembus dari kedua arah.
Situasi ini membuat bantuan dari luar daerah tidak dapat masuk hingga saat ini.
Di sisi lain, stok logistik warga makin menipis. Al-Farlaky mengaku harus menggunakan uang pribadi untuk membantu masyarakat yang terjebak di titik-titik banjir.
"Bantuan belum ada satu pun, baik dari pusat maupun provinsi, karena akses jalan tidak bisa ditembus," jelasnya.
Bupati hanya bisa berharap bantuan logistik yang diangkut kapal perang dari Pelabuhan Belawan segera tiba.
"Apabila sampai dua hari belum ada bantuan yang masuk ke Aceh Timur, diyakini akan ada masyarakat yang meninggal kelaparan," ujarnya.
Kondisi fasilitas kesehatan pun luluh lantak.
Rumah sakit tidak berfungsi, alat medis rusak, dan tenaga kesehatan kesulitan bergerak karena akses terputus.
"Jadi jangan dianggap bencana di Aceh Timur ini sepele," tegasnya.
Ketika ditanya soal jumlah korban jiwa, Al-Farlaky memperkirakan angkanya mencapai puluhan orang.
Namun hal ini belum bisa dipastikan karena minimnya koneksi dan laporan resmi.
"Saya baru bisa berkomunikasi sejak Sabtu setelah kita pasang Starlink. Kita sewa 10 juta selama 10 hari," tuturnya.
Untuk itu, ia kembali memohon bantuan Presiden agar segera mengirim bantuan logistik, alat berat, dan personel tambahan.
"Kita mohon bantu kami. Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal," kata Al-Farlaky memelas.
Baca juga: Prabowo Naik Helikopter Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Sumatera Utara
Baca juga: PLN Percepat Pemulihan Listrik Aceh Lewat Kolaborasi Instansi
Baca juga: Akses Terputus dan Banyak Orang Hilang, Bupati Aceh Tengah Sebut Situasi Darurat dan Krisis Logistik
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
| UMKM Korban Bencana Dapat Rp 3 Juta, Prabowo Siapkan Banpres Rp 1,2 Triliun |
|
|---|
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Timur-Provinsi-Aceh-Iskandar-Usman-Al-Farlaky-di-Posko-Utama-Banjir.jpg)