Banjir Aceh Timur

Warga Aceh Timur Geruduk SPBU, Diduga Timbun BBM 

Di tengah bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Maulidi Alfata
Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong.  
Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong. 
  • Kemarahan warga memuncak karena bahan bakar sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat bencana, massa menuntut agar pelayanan BBM segera dibuka. 

 

Laporan Maulidi Alfata I Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Di tengah bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Idi Rayeuk. 

Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong. 

Kemarahan warga memuncak karena bahan bakar sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat bencana, massa menuntut agar pelayanan BBM segera dibuka. 

Pantauan Serambi Indonesia di lapangan masyarakat bahkan sempat mengancam membakar SBPU jika tangki penampungan tidak dibuka dan menunjukkan stok minyak kepada masyarakat. 

Setelah banyak desakan, akhirnya petugas SPBU terpaksa membuka tangki penampungan, dan ditemukan bahwa stok minyak masih banyak dan berlimpah. 

Baca juga: Stok Obat-obatan di Aceh Timur Kian Menipis

"Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka penyaluran masyarakat akan mengamuk ini," tutur seorang warga dalam aksi protes itu. 

Pelayanan dibuka kembali dengan pembatasan masyarakat yang menggunakan sepeda motor diberi BBM dengan kapasitas Rp 30 ribu, sementara yang mengantre dengan botol aqua diberi kuota Rp 15 ribu. 

Saat ini situasi di lokasi telah kondusif, dan warga berharap agar para pengusaha dan penjual minyak tidak mengambil keuntungan dari masyarakat yang sedang dilanda bencana. 

"Kami berharap, ketersediaan bahan pokok, termasuk BBM tidak ditimbun saat kondisi seperti ini," paparnya.

Hingga saat ini, stok BBM di Aceh Timur masih terbatas, banyak SPBU tidak memiliki bahan bakar, dan beberapa SPBU lainnya dipadati masyarakat hingga satu seratus meter panjang antrean.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved