Kamis, 23 April 2026

Banjir Aceh Timur

Hari Ini Bupati Al-Farlaky Terobos Empat Kecamatan yang Masih Terisolir

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky akan menerobos empat Kecamatan yang masih terisolir, untuk melakukan evakuasi

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO
DAMPAK BANJIR - Kondisi di empat Kecamatan yang masih terisolir, rusak tak tersisa akibat dihantam banjir bandang yang melanda Aceh Timur, Selasa (2/12/2025).  

 

Ringkasan Berita:
  • Kedatangan ke empat Kecamatan itu bukan tanpa alasan, banjir bandang yang melanda Aceh Timur meluluhlantakkan 24 Kecamatan di Aceh Timur, hingga saat ini hanya empat Kecamatan itu yang tidak tersentuh karena akses jalan lumpuh total.
  • Banyak jembatan dan jalan ambruk, serta desa-desa di sana hancur lebur bahkan ada yang tidak tersisa.

 

Laporan Maulidi Alfata l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky akan menerobos empat Kecamatan yang masih terisolir, untuk melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan korban banjir bandang.

Empat Kecamatan tersebut, Peunaron, Serbajadi, Simpang Jernih, hingga Pante Bidari (Gamponh Sah Raja dan Sijudo).

Pantauan Serambi Indonesia, Selasa (2/12/2025), tindakan itu diambil setelah tidak ada jalan lain menuju ke Kecamatan terisolir itu.

Ditambah lagi permintaan helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih belum disetujui seratus persen.

Sosok Bupati Aceh Timur Iskandar Al Farlaky Menangis: “Tolong Bantu Kami”, 3 Desa Tersapu Banjir

"Ya hari ini kita akan terobos ke empat Kecamatan yang terisolir, kita bagi tim nanti untuk bisa masuk ke sana dan bisa menyalurkan bantuan, mudah-mudahan kita bisa masuk," paparnya.

Kedatangan ke empat Kecamatan itu bukan tanpa alasan, banjir bandang yang melanda Aceh Timur meluluhlantakkan 24 Kecamatan di Aceh Timur, hingga saat ini hanya empat Kecamatan itu yang tidak tersentuh karena akses jalan lumpuh total.

Banyak jembatan dan jalan ambruk, serta desa-desa di sana hancur lebur bahkan ada yang tidak tersisa.

Masyarakat di empat Kecamatan tersebut saat ini bertahan hidup dengan stok makanan yang sudah habis serta menunggu kepastian dari pemerintah.

"Kita sempat hendak menorobos kemarin cuman arusnya masih sangat deras, ditambah lagi pada ruas jalan menuju ke sana banyak tumpukan kayu yang berserakan dibawa oleh banjir bandang, jadi kemarin kita mah bersihkan tidak bisa karena membutuhkan solar yang banyak, namun kondisi Aceh Timur kemarin bahan bakar langka," tuturnya.

Ia melanjutkan, hari ini dirinya sudah meminta Bahan Bakar Minyak (BBM), dari stasiun penyaluran pertamina Lhokseumawe untuk dibawa ke Aceh Timur agar akses kendaraan dan transportasi bisa kembali normal. Ia juga akan menaikkan BBM ke Kecamatan yang terisolir tersebut untuk membersihkan akses jalan yang lumpuh.

Awalnya, Al-Farlaky sempat meminta bantuan helikopter kepada BNPB, karena akses ke empat Kecamatan tersebut memang harus menggunakan udara agar semua desa tersentuh.

Namun, dalam rapat darurat bencana di Pendopo Idi Rayeuk, BNPB belum sepenuhnya menyetujui pengiriman helikopter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved