Aceh Tengah
Evakuasi Dramatis 41 Orang di Takengon: Menembus Longsor, Banjir, dan Pegunungan
Sebanyak 41 orang yang terdiri dari tim Parkside, Portola, dan warga sipil dari luar daerah akhirnya berhasil dievakuasi setelah enam hari...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 41 orang dari tim Parkside, Portola, dan warga luar daerah dievakuasi setelah 6 hari terjebak di Takengon akibat longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.
- Evakuasi berlangsung panjang dan berat, dimulai dari Mapolres Aceh Tengah, dilanjutkan berjalan kaki belasan kilometer melewati jalur longsor, banjir, hingga tiba di kaki Gunung Salak sebelum dijemput Polres Lhokseumawe.
- Rombongan melanjutkan perjalanan ke Bireuen, Banda Aceh, hingga Meulaboh, bahkan harus menyeberangi sungai dengan perahu.
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON — Sebanyak 41 orang yang terdiri dari tim Parkside, Portola, dan warga sipil dari luar daerah akhirnya berhasil dievakuasi setelah enam hari terjebak di wilayah Takengon sejak 24 November 2025. Bencana longsor, banjir, dan cuaca ekstrem menyebabkan seluruh akses jalan menuju daerah tersebut terputus, memaksa rombongan bertahan hingga bantuan dapat menjangkau lokasi.
Cluster General Manager Parkside Meuligoe Hotel dan Portola Tiara Hotel Meulaboh, Noersyam Akhmad, Selasa (2/12/2025) menyebutkan, bahwa upaya evakuasi dimulai dari Mapolres Aceh Tengah pada pukul 08.00 WIB. Polres Aceh Tengah memfasilitasi pergerakan rombongan dengan satu unit mobil Rio dan tiga unit double cabin menuju kawasan Buntul, titik terakhir yang masih bisa dilalui kendaraan. Setelah itu, perjalanan tidak lagi memungkinkan dengan roda empat.
Dari Buntul, rombongan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh belasan kilometer. Medan berat harus ditembus, mulai dari perbukitan terjal, jalur longsor, area berlumpur, hingga aliran banjir. Perjalanan panjang tersebut membawa rombongan tiba di kaki Gunung Salak sekitar pukul 19.00 WIB.
Sepanjang rute evakuasi, masyarakat sekitar turut membantu dengan memberikan air minum, tempat berteduh, hingga tumpangan seadanya. Dukungan moral juga terus mengalir dari jajaran direksi Parkside Hotel Group, termasuk Presiden Direktur Parkside Hotel Group, Mugi Harjo, yang memantau langsung perkembangan proses penyelamatan.
Setibanya di kaki Gunung Salak, rombongan dijemput Polres Lhokseumawe. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk beristirahat semalam sebelum perjalanan dilanjutkan keesokan harinya. Pada pukul 10.00 WIB, Polres Lhokseumawe mengantarkan rombongan menuju Kota Bireuen, tempat mereka berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing.
Delapan orang kemudian melanjutkan perjalanan bersama menuju Banda Aceh dan Meulaboh. Mereka terdiri dari empat anggota tim Portola Banda Aceh—Eka Parwata (Bali), Jony, Mizerpan Azmi, dan Isra Imirza—serta empat anggota tim Parkside Meulaboh—Agus Setiawan (Medan), Oky Jaka Putra (Jakarta), Dadan Muldansyah (Jakarta), dan Rizal Bahnur (Aceh).
Rintangan kembali menghadang ketika rombongan tiba di Kuta Blang, di mana jembatan penghubung putus. Untuk melanjutkan perjalanan, mereka harus menyeberangi sungai menggunakan perahu warga setempat sebelum akhirnya mendapatkan angkutan umum menuju Banda Aceh.
Setelah rombongan Portola tiba di Banda Aceh, empat anggota Parkside meneruskan perjalanan ke Meulaboh. Mereka dijemput langsung oleh Owner Parkside Meuligo Hotel dan Portola Tiara Hotel Meulaboh, Teuku Ferdiansyah.
Rombongan Parkside akhirnya tiba di Meulaboh pada pukul 03.00 WIB, menutup perjalanan panjang penuh risiko dan perjuangan setelah terjebak selama enam hari akibat bencana alam yang melanda wilayah Takengon.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-evakuasi-saat-menerobos-sungai-di-Takengon-mengeluarkan-tim-Parkside.jpg)