Rabu, 22 April 2026

Berita Langsa

Pascabanjir di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, Banyak Warga Lost Contact dengan Keluarga

Pascabanjir besar di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur membuat banyak warga hilang kontak dengan keluarga sejak akhir November 2025.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
LOST CONTACT - Salah seorang warga bernama Karmila yang beralamat di Idi Rayeuk, Aceh Timur hingga kini masih lost contact dengan keluarganya sejak tanggal 26 November 2025 atau saat banjir melanda. Dok Foto di Group WatshApp Forkom Satgas SAR Relawan 

Ringkasan Berita:
  • Pascabanjir besar di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur membuat banyak warga hilang kontak dengan keluarga sejak akhir November 2025.
  • Gangguan jaringan Telkomsel dan akses darat yang terputus memperparah situasi, termasuk dialami mahasiswa Unsam dan IAIN Langsa.
  • Hingga kini pencarian masih berlangsung, mayoritas korban hilang kontak adalah perempuan, menambah beban psikologis keluarga terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Pascabanjir besar yang melanda Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, serta sejumlah daerah lain di Aceh, masih menyisakan persoalan serius.

Hingga kini, banyak warga belum mengetahui keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang kontak sejak puncak banjir pada akhir November 2025.

Di antara warga yang belum diketahui keberadaannya, terdapat mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) dan IAIN Langsa.

Mereka sempat berusaha pulang ke kampung halaman saat banjir melanda, namun perjalanan terhenti akibat akses darat yang terputus.

Sebagian mahasiswa yang ngekos di Langsa bahkan nekat menumpang truk angkutan barang setelah transportasi umum tidak lagi beroperasi.

Data yang dihimpun menunjukkan, banyak warga dari Aceh Timur hingga luar daerah seperti Sumatera dan Banda Aceh, hilang kontak sejak Rabu (26/11/2025).

Baca juga: Penuh Cemas, Pemain Persiraja, Muammar Khadafi Cerita 5 Hari Lost Contact dengan Keluarga di Idi

Hal ini diperparah dengan padamnya jaringan Telkomsel selama hampir sepekan, bersamaan dengan puncak banjir di Kota Langsa.

Kondisi tersebut membuat keluarga tidak bisa berkomunikasi dan menambah kepanikan.

Akses Transportasi Putus

Di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, banjir dengan ketinggian air yang signifikan menyebabkan akses transportasi darat lumpuh total.

Jalur Medan–Banda Aceh tidak dapat dilalui, sehingga banyak warga yang terjebak di perjalanan.

Meski kini air mulai surut dan jaringan telekomunikasi perlahan pulih, masih ada keluarga yang belum mengetahui keberadaan kerabat mereka.

Baca juga: Feriyal Wily Sarjana, ASN Abdya Hilang Kontak dengan Keluarga Pasca Banjir Aceh Tamiang

Hingga hari ini, grup-grup WhatsApp masyarakat masih dipenuhi informasi pencarian anggota keluarga yang hilang kontak.

Mayoritas yang belum diketahui keberadaannya adalah perempuan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved