Banjir Landa Aceh
Gerak Cepat, Pemulihan Jaringan Operasional Kantor Bank Aceh Capai 98 Persen
Bank Aceh memastikan layanan perbankan tetap optimal dan masyarakat dapat segera mengakses kebutuhan transaksi....
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Banjir yang melanda Aceh mengganggu 46 jaringan kantor Bank Aceh, namun 42 kantor telah berhasil dipulihkan.
- Tim Task Force bekerja intensif untuk memastikan layanan keuangan kembali normal bagi masyarakat terdampak.
- Bank Aceh menargetkan seluruh jaringan, termasuk di Aceh Tamiang, aktif 100 persen pada 8 Desember 2025.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bank Aceh memastikan layanan perbankan tetap optimal dan masyarakat dapat segera mengakses kebutuhan transaksi keuangannya di tengah situasi darurat ini.
Hal ini seiring bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh akhir-akhir ini, dan telah menimbulkan dampak signifikan, termasuk pada jaringan operasional perbankan.
Bank Aceh saat ini memiliki 192 jaringan kantor (Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Payment Point) yang tersebar tidak hanya di seluruh kabupaten/kota di Aceh, tetapi juga di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta.
Jaringan yang luas ini merupakan tulang punggung dalam melayani seluruh lapisan masyarakat.
Namun, intensitas bencana hidrometeorologi, terutama banjir, telah menyebabkan sebanyak 46 jaringan kantor Bank Aceh terdampak serius.
Kantor-kantor ini sempat terpaksa menghentikan operasional demi keselamatan karyawan dan aset, serta karena akses yang terputus dan kerusakan infrastruktur.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas menyampaikan, ketika bencana datang, prioritas utama pihaknya adalah memastikan keselamatan seluruh tim dan yang paling penting, memulihkan layanan secepat mungkin.
“Kami memahami bahwa akses terhadap layanan keuangan sangat krusial, apalagi saat masyarakat sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana," ujar Fadhil Ilyas di Banda Aceh, Jumat (5/12/2025).
Menyikapi situasi darurat ini, pihak Direksi Bank Aceh telah mengambil langkah cepat dan terukur dengan membentuk Tim Task Force Percepatan Pemulihan Operasional Kantor.
Tim khusus yang beranggotakan personel terbaik ini mulai bergerak masif sejak Rabu, 27 November 2025.
Fadhil menjelaskan Tim Task Force ini bekerja tanpa lelah, fokus untuk menyisir dan memulihkan seluruh jaringan kantor yang terdampak banjir.
Berkat kerja keras dan dedikasi tim, dalam waktu singkat, 42 (empat puluh dua) jaringan kantor di sepanjang wilayah Sigli, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Idi, Takengon dan Bener Meriah serta Blangkejeren telah aktif kembali, termasuk seluruh Kantor Cabang Pembantu di bawahnya.
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik yang memungkinkan masyarakat di wilayah tersebut segera melakukan transaksi keuangan, seperti penarikan tunai, pengiriman uang, hingga penyaluran dana bantuan," ungkap Fadhil.
Dikatakan, saat ini, sisa empat jaringan kantor di Aceh Tamiang yang sedang dalam upaya pemulihan, dan ditargetkan pada Senin, 8 Desember 2025 seluruh jaringan kantor Bank Aceh akan aktif kembali 100 persen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.
Bank Aceh menyadari betul bahwa di balik setiap kantor yang terdampak, ada ribuan nasabah yang menantikan layanan untuk kebutuhan sehari-hari, modal usaha, atau penanganan darurat pasca bencana.
Oleh karena itu, Bank Aceh berkomitmen untuk bekerja secepat mungkin dalam melakukan pemulihan infrastruktur.
Setiap jam, setiap menit, adalah waktu yang berharga untuk mengembalikan layanan penuh agar masyarakat dapat segera mengakses kembali transaksi keuangannya.
"Kami tidak hanya berbicara tentang operasional dan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), kami berbicara tentang tanggung jawab sosial dan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang berjuang," tutur Fadhil.
Bank Aceh akan terus berada di garis depan, tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi memastikan roda perekonomian masyarakat dapat segera berputar kembali melalui ketersediaan layanan perbankan yang prima.
Baca juga: Bank Aceh Hadirkan Posko Digital Gratis di Tengah Bencana: Fasilitas WiFi dan Pengisian Daya
Secara umum, mayoritas operasional Bank Aceh telah kembali normal sebagaimana mestinya.
Hanya wilayah Kualasimpang yang masih memerlukan penanganan ekstra agar dapat beroperasi secara penuh.
Seluruh nasabah diimbau untuk memanfaatkan jaringan ATM yang telah berfungsi kembali, serta layanan mobile banking Bank Aceh yang beroperasi penuh 24 jam sehari.
Bank Aceh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, yang telah mendukung percepatan pemulihan ini.
“Bank Aceh akan terus memaksimalkan dedikasi dan layanan di tengah bencana, menjunjung tinggi semangat pelayanan dan pengabdian demi bangkitnya kembali Aceh yang tangguh,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Fadhil-Ilyas-Bank-Aceh-saat-mengecek-kantor.jpg)