Bireuen
Puluhan SMA hingga SLB di Bireuen Terdampak Banjir, Ruang Kelas Dipenuhi Lumpur
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen terjadi beberapa hari lalu berdampak serius pada proses pendidikan, terutama di jenjang...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang di Bireuen berdampak pada dunia pendidikan dengan total 26 SMA, SMK, dan SLB mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas berlumpur hingga peralatan belajar rusak.
- Sebanyak 14 sekolah dipastikan tidak terdampak, sementara beberapa sekolah bahkan digunakan sebagai lokasi pengungsian.
- Kacabdin Bireuen menyebut kondisi sejumlah sekolah belum bisa difungsikan sehingga membutuhkan penanganan segera agar proses belajar mengajar dapat kembali normal.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen terjadi beberapa hari lalu berdampak serius pada proses pendidikan, terutama di jenjang SMA, SMK, dan SLB. Data terbaru dari
Kantor Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Bireuen mencatat 26 sekolah terdampak banjir, sementara 14 sekolah lainnya dipastikan tidak terdampak.
Kacabdin Bireuen, Abdul Hamid MPd kepada Serambinews.com, Rabu (3/12/2025) mengatakan, dari 26 sekolah terdampak tersebut, sebagian mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat terendam banjir,
termasuk ruang kelas yang dipenuhi lumpur, peralatan belajar rusak, serta area sekolah yang belum dapat difungsikan.
Adapun sekolah terdampak banjir yaitu SMA Negeri 1 Peusangan, SMK Negeri 1 Peusangan, SMA Negeri 2 Peusangan, SMAS Nurul Islam, SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, SMA Negeri 1 Peusangan Selatan.
Kemudian, SMA IT Baitul Ihsan Al-Hanafiah, SMAIS Ihdal Ulum Al-Aziziyah, SMA Negeri 3 Peusangan, SMA Negeri 1 Jeunieb, SMK-PP Negeri Bireuen, SMK Harapan Ummat, SMKN 1 Jeunieb, dan SMK Kesehatan Muhammadiyah.
Baca juga: Mahasiswa UNIKI Bireuen Raih Perunggu di Kejurnas Kickboxing Jakarta
Selanjutnya SMK Negeri 1 Jeumpa, SMA Negeri 1 Peulimbang, SMA Negeri 2 Kutablang, SMA Negeri 1 Jeumpa, SMA Negeri 1 Jangka, SMA Swasta Islam Darul Ulum, SMA Swasta Tauthiah Arongan, SMA Negeri 1 Samalanga, SMAS Terpadu Al Furqon, SMA Swasta Sirajul Mudi, SMA Swasta Muslimat Samalanga, serta
SLB YTC Kutablang.
Sementara sekolah terdampak antara lain SMA Negeri 2 Bireuen, SMA Negeri 3 Bireuen, SMA Negeri 1 Peudada, SLBN Bireuen, SLB Vokasional Muhammadiyah, SMKN 1 Bireuen, SMA Negeri 1 Kuala, SMA Negeri 3 Samalanga, SMA Negeri 1 Kutablang yang sekaligus digunakan sebagai lokasi pengungsian.
Kemudian SMA IT Assalam Islamic School, SMKN 1 Gandapura, SMA Negeri 1 Gandapura, SMAS Islam Zulkifliyah, SLB Negeri Terpadu Bireuen, dan SLB Al-Ikhlas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SMAN-1-Peusangan-Bireuen-dipenuhi-lumpur.jpg)