Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Sudah Lewat Sepekan, 46.611 Warga Bener Meriah Masih Terisolasi

sebanyak 46.611 jiwa warga di Kabupaten Bener Meriah, masih berada dalam kondisi terisolasi. 

Editor: Subur Dani
Diskominfo Bener Meriah
Warga membersihkan jalan dari timbunan longsor di Bener Meriah 
Ringkasan Berita:
  • 46.611 jiwa warga di Kabupaten Bener Meriah masih berada dalam kondisi terisolasi
  • Ribuan keluarga di enam kecamatan mengalami keterbatasan akses akibat terputusnya jalur transportasi utama
  • Pasokan makanan, bahan bakar, serta kebutuhan penting lainnya seperti susu bayi dan selimut, mulai menipis di beberapa wilayah

 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Lebih dari satu pekan setelah dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor, sebanyak 46.611 jiwa warga di Kabupaten Bener Meriah, masih berada dalam kondisi terisolasi. 

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Distribusikan BBM yang Dipasok Melalui Jalur Udara

Akses jalan darat menuju dan antar wilayah terdampak terputus total, mempersulit upaya penyaluran bantuan dan pemulihan.

Kadiskominfo Bener Meriah sekaligus Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, Sabtu (6/12/2025) mengatakan, data menunjukkan bahwa ribuan keluarga di enam kecamatan mengalami keterbatasan akses akibat terputusnya jalur transportasi utama.

Baca juga: Bupati Tagore Tegaskan Akan Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Tangani Bencana di Bener Meriah

Berikut rincian wilayah yang terdampak parah:

* Kecamatan Pintu Rime Gayo: 23 desa terisolir, mencakup 17.138 jiwa.

* Kecamatan Gajah Putih: 10 desa terisolir, dengan populasi 10.396 jiwa.

* Kecamatan Mesidah: 15 desa terisolir, dihuni oleh 6.325 jiwa.

* Kecamatan Syiah Utama: 14 desa terisolir, dengan 2.799 jiwa.

* Kecamatan Permata: 7 desa terisolir, terdiri dari 6.024 jiwa.

* Kecamatan Timang Gajah: 4 desa terisolir, mencakup 3.939 jiwa.

Kebutuhan Logistik Mendesak

Kondisi isolasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar. 

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pasokan makanan, bahan bakar, serta kebutuhan penting lainnya seperti susu bayi dan selimut, mulai menipis di beberapa wilayah.

Baca juga: Mengerikan! Detik-detik Jalan Amblas Putus Total di Bener Meriah

Ilham Abdi menambahkan, Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan BNPB terus berupaya keras untuk menjangkau para korban. 

Penyaluran bantuan yang idealnya dilakukan melalui jalur darat kini menghadapi tantangan besar, bahkan di beberapa titik, warga harus berjalan kaki sambil memikul logistik untuk dibawa ke kampung mereka.

Baca juga: Bener Meriah Masih Terisolir, Ratusan Perantau Padati Bandara Rembele

Akses yang terputus, termasuk ruas jalan vital yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara dan Bireuen melalui jalur KKA, semakin menyulitkan distribusi. 

Sebagai solusi alternatif, penyaluran logistik yang mendesak dialihkan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat di Bandara Rembele.

Upaya Pemulihan Akses

Tim gabungan juga fokus pada pemulihan jalur akses utama. 

Pengerjaan jembatan darurat (Bailey) dan pembersihan material longsor, seperti tumpukan pohon dan lumpur tebal yang menghambat jalan, terus dikebut.

Prioritas utama adalah keselamatan warga dan memastikan seluruh wilayah terdampak dapat segera terjangkau oleh bantuan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved